Piala Dunia 2022
Memori Belanda Hadapi Piala Dunia 2022: Drama Gila Van Gaal hingga Gol Terbang
Publik pun mengingat soal drama gila pelatih Louis van Gaal yang menggantikan kiper saat hadapi Kosta Rika Piala Dunia 2014.
TRIBUNGORONTALO.COM - Timnas Belanda diunggulkan menjuarai Grup A Piala Dunia 2022.
Der Oranje harus mampu melibas tuan rumah Qatar, Ekuador dan Senegal.
Publik pun mengingat soal drama gila pelatih Louis van Gaal yang menggantikan kiper saat hadapi Kosta Rika Piala Dunia 2014.
Kemudian gol terbang yang dibuat Robin van Persie saat menyingkirkan Spanyol.
Ceritanya kala itu, Louis van Gaal menciptakan sebuah drama gila dalam sejarah Piala Dunia kala melakukan pergantian kiper jelang adu penalti kontra Kosta Rika.
Partai perempat final Piala Dunia 2014 antara Belanda vs Kosta Rika di Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, pada 5 Juli 2014, memunculkan sebuah drama yang akan senantiasa dikenang.
Duel Belanda vs Kosta Rika berkesudahan 0-0 selama 90 menit duel. Skor tak berubah jelang babak kedua extra time berakhir.
Pelatih Belanda, Louis van Gaal, lantas membuat sebuah keputusan berani. Tepat pada menit ke-120, beberapa detik jelang waktu ekstra berakhir, Van Gaal menarik keluar sang kiper, Jasper Cillessen, dan menggantinya dengan Tim Krul.
Pergantian kiper ini jelas merupakan antisipasi Van Gaal terhadap babak adu penalti.
Ada yang menyebut Van Gaal membuat sebuah keputusan jenius. Namun, tak sedikit pula yang menyebutnya gila.
“Mengganti kiper adalah sesuatu yang tidak bisa saya ingat pernah terjadi sebelumnya. Itu sedikit menghina, mungkin buat Cillessen, tetapi Van Gaal adalah figur yang hanya punya satu tujuan, pribadi yang percaya diri. Sebuah langkah berani dan dia akan hidup dan mati bersama itu,” kata pengamat sepak bola Inggris, Gary Lineker.
Secara hasil, keputusan Van Gaal tokcer. Tim Krul sukses menebak arah lima penendang Kosta Rika dan menggagalkan dua di antaranya. Belanda pun memenangi adu penalti dengan skor 4-3 dan berhak melaju ke semifinal melawan Argentina.
Setiap kali pemain Kosta Rika melangkah hendak mengambil penalti, Tim Krul selalu memainkan triknya. Ia selalu mendekati dan mengajak bicara penendang Kosta Rika.
“Saya baru benar-benar tahu tahu ketika kami menunggu naik ke bus,” kata Tim Krul soal kisah di balik keputusan gila Van Gaal.
“Pelatih kiper, Frans Hoek, datang dan bilang ‘Tim, dengar, kemungkinannya ada, laga ini berujung penalti dan kami berpikir memasukannmu jika itu terjadi’,” kata Tim Krul berkisah.
Selanjutnya memori Robin van Persie terbang dan mencetak gol sundulan spektakuler yang menghancurkan Spanyol di Piala Dunia 2014.
Start mantap pada 2014 itu bisa jadi inspirasi Belanda di Piala Dunia 2022 Piala Dunia 2022 Qatar hanya berjarak delapan hari lagi.
Timnas Belanda akan bermain pada hari kedua setelah Piala Dunia 2022 resmi dibuka pada 20 November mendatang.
Belanda asuhan Louis van Gaal tentu menyasar awalan mantap saat bersua Senegal di Stadion Al Thumama, Doha, Senin (21/11/2022).
Kisah pada Piala Dunia 2014 jelas adalah sesuatu yang selalu ingin direplika Belanda. Kala itu, Tim Oranye yang juga diarsiteki Louis van Gaal mengawali perjalanan di Piala Dunia 2014 Brasil dengan kemenangan telak 5-1 atas sang juara bertahan, Spanyol! B
Kemenangan telak Belanda pada laga pertama di Piala Dunia 2014 tersebut diwarnai dengan gol indah Robin van Persie.
Van Persie menyajikan atraksi nomor satu buat publik Arena Fonte Nova, Salvador, Brasil, pada 13 Juni 2014, begitu ia mencetak gol pada menit ke-44.
Semua berawal dari operan panjang Daley Blind dari sisi sayap kiri Belanda.
Servis Blind berada tepat di depan Van Persie yang melakukan penetrasi ke kotak penalti Spanyol. Keputusan krusial dibuat Van Persie yang waktu itu masih berkostum Man United.
Ia memilh tak mengontrol bola dan langsung “terbang” membuat gerakan penyelesaian.
Sembari terbang Van Persie menyundul masuk bola ke gawang Iker Casillas yang cuma bisa berdiri terpana.
“Saya melakukan hal yang tak pernah saya perbuat sebelumnya. Saya terus melihat bola ketika saya terbang, sampai saya mendarat dengan keras, dengan wajah saya menghadap ke tanah,” tutur Van Persie yang kemudian kerap disebut The Flying Dutchman karena gol itu.
Van Persie melakukan selebrasi dengan berapi-api. Ia menuju bangku cadangan Belanda dan melakukan tos dengan sang pelatih, Louis van Gaal.
Gol Van Persie itu krusial lantaran menyeimbangkan skor menjadi 1-1. Sebelumnya, Spanyol membuka keunggulan via penalti Xabi Alonso pada menit ke-27.
Setelah membuat kedudukan seimbang, Belanda bangkit dan tak tertahankan.
Tim Oranye menutup laga dengan kemenangan 5-1 dan Van Persie sukses mencetak dua gol. Momen Van Persie terbang menghukum Spanyol kini terasa indah untuk diceritakan.
Namun, siapa sangka jika aksi ikonik itu bisa saja tak muncul di Piala Dunia 2014.
Sepekan jelang Piala Dunia 2014, Van Persie justru mengalami cedera dalam laga uji coba kontra Wales. Van Persie memang berangkat menuju Brasil 2014 dengan diiringi banyak keraguan soal kondisi fisiknya.
“Pelatih ingin saya membuktikan kebugaran dalam laga pemanasan terakhir kontra Wales. Dalam jangka lebih dari tiga bulan sebelumnya, saya tak pernah main lebih dari 70 menit,” kata Van Persie.
“Pangkal paha sebelah kiri saya kaku. Saya sangat menderita. Saya benar-benar ingin bermain 90 menit untuk pelatih, tapi saya tak bisa melanjutkannya. Itu satu minggu sebelum kami melawan juara dunia,” kata Van Persie yang cuma mampu mentas selama 30 menit.
Guna mencegah kepanikan, Van Persie dan Van Gaal sepakat untuk diam, menutup mulut rapat-rapat kepada media. Manajemen Belanda merasa bukan hal yang bagus jika publik secara luas mengetahui kapten tim sekaligus sang pencetak gol terbanyak sepanjang masa, Van Persie, mengalami cedera sepakan jelang turnamen.
“Dalam masa persiapan, saya masih berlatih dengan rasa sakit hebat. Namun, akhirnya, ada peningkatan setelah penerbangan panjang ke Rio,” tutur Van Persie.
Van Gaal lantas mencoba meredakan ketegangan jelang Piala Dunia 2014 dengan memperbolehkan keluarga dan kekasih pemain untuk datang ke hotel tempat tim menginap.
“Ada begitu banyak ketegangan dalam skuad,” kata Van Persie soal kondisi mental Belanda jelang duel versus Spanyol.
“Ketegangan mengambil alih. Pada hari laga pertama melawan Spanyol, tim hampir ambruk karena tekanan mental,” tuturnya menambahkan.
Keputusan Van Gaal mengundang orang-orang terdekat pemain hanya beberapa jam jelang laga versus Spanyol, sukses membuat kondisi tim lebih rileks.
Bukan cuma sukses menggilas Spanyol 5-1, Belanda melangkah jauh sampai menyegel status sebagai tim peringkat tiga terbaik.
Dalam laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2014, Belanda melibas tuan rumah Brasil 3-0 dan Van Persie mengemas gol pembuka kemenangan timnya.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "8 Hari Jelang Piala Dunia 2022: Van Persie Terbang dan Gilas Spanyol"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/131122-Tim-Krul-van-Persie.jpg)