Mahasiswa Jurusan Arsitektur UNG Wujudkan Mimpi Torosiaje Jadi Desa Ekowisata

Saat dikonfirmasi, Sri Sutarni Arifin mengatakan, menyukseskan program tersebut, mahasiswa terlebih dahulu berdiskusi dengan masyarakat. 

zoom-inlihat foto Mahasiswa Jurusan Arsitektur UNG Wujudkan Mimpi Torosiaje Jadi Desa Ekowisata
TribunGorontalo.com
Mahasiswa jurusan arsitektur dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Desa Torosiaje. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Mahasiswa jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berupaya mewujudkan mimpi Desa Torosiaje jadi ekowisata. 

Adapun upaya itu dilakukan mahasiswa jurusan arsitektur melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik. Mahasiswa didampingi dua dosen, Sri Sutarni Arifin dan Muh Rijal Syukri.

Saat dikonfirmasi, Sri Sutarni Arifin mengatakan, untuk menyukseskan program tersebut, mahasiswa terlebih dahulu berdiskusi dengan masyarakat. 

Mereka memetakan terlebih dahulu kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan warga desa, terutama dalam mendukung desa ekowisata. 

“Mereka membahas bagaimana pemetaan sarana dan prasarana pendukung untuk Desa Ekowisata,” tuturnya, Sabtu (12/11/2022). 

Hasilnya, ditemukan 47 program pendukung untuk Desa Torosiaje Jaya, termasuk di dalamnya tambatan perahu, laboratorium mangrove, serta jembatan tracking mangrove. 

Kata Sutarni, pembahasan termasuk tempat pengolahan buah mangrove untuk produk kuliner, tempat budidaya ikan, area konservasi mangrove, permukiman nelayan dan penataan permukiman kumuh. 

Mahasiswa menemukan, bahwa ada beberapa prasarana yg dibangun oleh pemerintah, tapi ternyata tidak efektif pemanfaatannya. Kendati ada yang justru dibutuhkan lainnya. 

“Sehingga kehadiran program ini sangat membantu pemerintah desa dalam menyusun perencanaan berdasarkan prioritas kebutuhan. Setelah dipetakan dan disusun, akan ada rencana pengembangan berdasarkan hasil pemetaan yang telah dilakukan untuk jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang,” kata Sri. 

Sri Sutarni juga menambahkan, program dalam KKN tematik itu juga pihaknya melakukan pengelolaan sampah dan pembentukan kelompok pengelola sampah (Bank Sampah).

Lalu ada penanaman pohon serta pembuatan desain master plan kawasan ekowisata.

Sebetulnya kata Sri, posisi Torosiaje sangat strategis. Sebab berada di Teluk Tomini. Terlebih Torosiaje Serumpun khususnya Desa Torosiaje Jaya, memiliki potensi untuk ekowisata.

Memiliki kawasan mangrove yang luas dan jenis mangrove  beragam. Serta memiliki kekhasan dalam aspek ekologis maupun budaya.

“terpenting karena status tiga desa Torosiaje Serumpun (Desa Bumi Bahari, Desa Torosiaje Jaya dan Desa Torosiaje) ada desa binaan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik UNG,” jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved