Pemkot Gorontalo
Kebut Proyek Drainase Nani Wartabone, Pekerja dan Excavator Lembur
Aktivitas pekerja ini tampak memicu kemacetan di ruas Jl Nani Wartabone. Seorang pengawas selain mengatur arah arm excavator, juga nyambi mengatur lal
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Sudah pukul 8 malam namun pekerja drainase Jl Nani Wartabone, Kota Gorontalo masih beraktivitas, Rabu (9/11/2022).
Tampak di lokasi juga ada satu unit alat berat dikerahkan. Lengan alat bernama excavator ini tampak bekerja keras menurunkan cetakan drainase (U-Ditch).
Sementara pekerja, sibuk menyingkirkan pipa air PDAM yang ada di jalur proyek. “Hati-hati pecah,” celetuk pekerja yang tampak hati-hati memindahkan pipa.
Aktivitas pekerja ini tampak memicu kemacetan di ruas Jl Nani Wartabone. Seorang pengawas selain mengatur arah arm excavator, juga nyambi mengatur lalu lintas.
Aktivitas malam seperti ini tampak lazim dalam beberapa minggu belakangan. Wajar, kontraktor kini terdesak. Sudah satu tahun sejak groundbreaking, drainase tersebut belum juga kelar.
Proyek ini bernama Peningkatan Mutu Jalan Nani Wartabone. Sesuai teknis, panjangnya 1 km dari gerbang kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo (UNG) hingga ke Tugu Bundaran Saronde (Bundaran HI).
Peningkatan mutu meliputi jalan dan drainase di sisi kiri kanan jalan. Jika diakumulasi, panjang drainase mencapai 2 km. Namun, update minggu lalu baru 350 meter yang berhasil dirampungkan.
Jumlah itu baru sisi kiri dari arah gerbang UNG, belum sisi kanan yang kini juga tahap penimbunan.
Proyek Jl Nani Wartabone termasuk paling banyak dikritik. Alasannya terlalu lelet. Wali Kota Gorontalo, Marten Taha bahkan turun tangan. Ia menegur kontraktor.
OPD penanggungjawab, PUPR, juga mendesak kontraktor menyelesaikan pekerjaanya. Sebisa mungkin akhir tahun 2022 sudah rampung.
"Kami akan targetkan Desember 2022 akan selesai semua pekerjaan di Kota Gorontalo,” janji Rifadli, Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo saat dihubungi TribunGorontalo.com, Senin (19/9/2022) lalu.
Menurutnya, pekerjaan fisik yang dianggarkan dengan dana PEN itu, sempat diperhadapkan dengan beberapa kendala di lapangan.
Dikutip dari Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Gorontalo, PT Mahardika Permata Mandiri (PT MPM) adalah kontraktor yang menangani proyek ini. PT MPM berkantor di Jalan Medan Banda Aceh. Harga penawaran yang diajukan Rp 23,9 miliar.
Proyek bernama Peningkatan Jalan Nani Wartabone tercatat dengan nomor tender 1137685 di LPSE. Tender dibuat oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang pada 30 Agustus 2021.
Nilai pagu paket anggaran tercatat Rp 25 miliar, lalu nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) tercatat di angka Rp 24,9 atau selisih Rp 94,3 juta.
Ada 74 perusahaan yang tercatat mengikuti tender proyek menggunakan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut.
Sebelumnya tender proyek ini sempat gagal sebanyak dua kali. Tender pertama dibuka pada 29 Juni 2021 dan tender kedua dibuka 13 Juli 2021.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/9112022_excavator_jl-Nani-Wartabone.jpg)