HAKLI Gorontalo Berharap Turunkan Stunting di Angka 14 Persen Akhir 2024

Diketahui, tingkat stunting di Indonesia masih tinggi. Angka stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen. 

zoom-inlihat foto HAKLI Gorontalo Berharap Turunkan Stunting di Angka 14 Persen Akhir 2024
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Ketua HAKLI Pusat (kopiah hitam), Ketua HAKLI Gorontalo dan Misranda Nalole, dalam acara pelantikan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Gorontalo, di Ballrom Hotel Grand Q Gorontalo, Jl Nani Wartabone, Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Ketua Umum Pengurus Pusat HAKLI Arif Sumantri berpesan kepada pengurus agar stunting (gizi buruk) dapat terselesaikan usai pelantikan Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) di Ballrom Hotel Grand Q Gorontalo, Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, Senin (30/10/2022).

Melalui Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia merupakan negara dengan beban anak stunting tertinggi ke-2 di Kawasan Asia Tenggara dan ke-5 di dunia.

Menurut WHO, penurunan angka stunting batas maksimalnya adalah 20 persen atau seperlima dari jumlah total anak balita.

Diketahui, tingkat stunting di Indonesia masih tinggi. Angka stunting di Indonesia masih mencapai 24,4 persen. Angka ini masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO yaitu 20 persen.

Arif Sumantri berharap pengurus baru saja dilantik dapat bersinergi dengan pemerintah Provinsi Gorontalo dalam penekanan kasus diare, stunting serta penyakit berbasis lingkungan.

HAKLI dapat mengantarkan STBM Gorontalo berkelanjutan serta upaya percepatan penurunan stunting hingga disaat waktunya dengan berbagai kendala dan hambatannya Provinsi Gorontalo bersama provinsi lain kasus stunting menurun drastis mencapai angka 14 persen di akhir 2024.

Prof Arif juga mengatakan, hadirnya HAKLI dapat menjawab kerisauan stunting, di mana sampai saat ini melalui data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menunjukkan prevalensi balita stunting 2018 mencapai 30,8 persen menunjukkan prevalensi balita.

"Penyakit lain yang menjadi beban sejarah bagi bonus demografi di tahun 2030 semua bisa segera teratasi," tandasnya.

Di tempat yang sama, Misranda Nalole menambahkan, HAKLI diharapkan dapat bersinergi bersama Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo yang sampai hari ini sangat getol dalam penurunan stunting.

Sebab sektor kesehatan menjadi sektor terbesar ke tiga di Gorontalo yang selama ini didukung dengan anggaran 10 persen bahkan lebih, sehingga diharapkan melalui dukungan anggaran ini menjadi modal besar bagi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.

Dinkes Provinsi percaya pengurus baru dapat lebih bersinergi sebab mengacu pada kinerja pengurus sebelumnya meraka sangat getol bersinergi dengan Dinkes terutama dalam penanganan Covid-19.

Misranda juga berharap HAKLI bisa lebih meningkatkan sinergitas, sebab soal penanganan stunting Kota Gorontalo baru 29 persen.

Presiden RI Joko Widodo pun menginstruksikan stunting di 2024 mendatang harus turun hingga berada di posisi 14 persen. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved