Otoritas Bandara Djalaluddin Gorontalo Gelar Partial Exercise untuk Penanganan Darurat
Kata Joko Harjani, secara teknis Partial Exercise bertujuan untuk penanganan jika terjadi masalah darurat. Hal ini mengacu pada dokumen yang dikeluark
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Personel Bandar Udara (Bandara) Djalaluddin menggelar Partial Exercise pada Kamis (27/10) di Gedung Fire Station dan Landasan Pacu bandara, Isimu, Kabupaten Gorontalo.
Kepala Otoritas Bandara Djalaluddin, Joko Harjani mengatakan, pelatihan digelar merujuk pada peraturan menteri perhubungan Nomor PM 95 Tahun 2021 tentang Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil bagian 139.
Kata Joko Harjani, secara teknis Partial Exercise bertujuan untuk penanganan jika terjadi masalah darurat. Hal ini mengacu pada dokumen yang dikeluarkan Kementerian perhubungan.
Menurut dia, setiap personel bandara dan komite penanggulangan bandara, harus mengadakan latihan setahun sekali.
Metode latihannya diawali dengan latihan di atas meja (table top) menggunakan miniatur yang ada, setelah itu dipraktekkan langsung di lapangan.
"Jadi simulasi dulu di atas meja apa saja peran dari tiap pasukan sebelum dilangsungkan ke lapangan," jelasnya.
Joko Harjani juga mengatakan, Partial Exercise sebagai latihan keterampilan khusus untuk sebagian anggota komite. Tujuannya personil, fasilitas, dan prosedur dalam melaksanakan fungsi komando, komunikasi dan koordinasi penanggulangan keadaan darurat penerbangan.
Sebelum Kegiatan dilangsungkan, dimulai dari rapat persiapan dan apel gelar pasukan. Pelatihan ini banyak melibatkan para pihak terkait, seperti perusahaan penerbangan hingga otoritas kesehatan dan kebencanaan.
Sebelumnya, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) melakukan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia.
Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kesepahaman (MoU) oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Presiden ICAO, Salvatore Sciacchitano di sela-sela G20 Aviation Dialogue di Nusa Dua, Bali beberapa waktu lalu.
Adapun kerja sama ini dalam bentuk bantuan pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bidang penerbangan untuk negara-negara anggota ICAO hingga 2026 nanti. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2710_Bandara-Djalaluddin_Partial-Ex.jpg)