Liga Champions

3 Poin Utama Kekalahan Barcelona Vs Bayern Muenchen

Menjelang pertandingan Barcelona melawan Bayern Muenchen, para penggemar di seluruh dunia mengharapkan keajaiban.

Twitter
Barcelona tumbang dari Bayern Muenchen di Spotify Camp Nou, dalam laga pekan ke-5 penyisihan grup F Liga Champions, Kamis (27/10/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Menjelang pertandingan Barcelona melawan Bayern Muenchen, para penggemar di seluruh dunia mengharapkan keajaiban.

Sebuah keajaiban yang mengharuskan Viktoria Plzen untuk mengalahkan Inter Milan di San Siro, sehingga membuka pintu bagi Barcelona tetap hidup di Liga Champions.

Namun, Nerazzurri mengunci kemenangan 4-0, sehingga hasil apapun diraih Barcelona tak berpengaruh lagi.

Blaugrana sendiri akhirnya dipermalukan tiga gol tanpa balas oleh tim Bavarian di Sportify Camp Nou, Kamis (27/10/2022).

Sadio Mane, Choupo-Moting dan Benjamin Pavard menlengkapi penderitaan Barca, usai kehilangan harapan sejam sebelumnya.

Berikut tiga poin utama kekalahan Barcelona dilansir Barca Universal:

Line-Up Ngaco

Kurang dari seminggu lalu, penggemar banyak memuji Xavi atas idenya yang cerdik untuk memainkan empat gelandang termasuk pemain sayap palsu.

Ide baru sang manajer membuat bingung Athletic Club asuhan Ernesto Valverde dan membantu tim Catalan itu menghancurkan lawan-lawan mereka.

Xavi pun memilih menggunakan formasi sama untuk melawan Bayern Muenchen. Namun, line-up awalnya sangat 'ngaco'.

Melawan salah satu tim terkuat di dunia, Xavi justru menempatkan Marcos Alonso di pertahanan bersama Jules Kounde.

Dia juga memainkan Hector Bellerin sebagai bek kanan,saat pemain baru itu memiliki kualitas dan kebugaran yang buruk di beberapa pertandingan terakhir.

Baca juga: Barcelona Degradasi ke Liga Europa, Real Madrid Satu-satunya Wakil Spanyol Tersisa

Di atas lapangan, ia memilih untuk menempatkan lini tengah dengan empat pemain, tetapi mengabaikan Gavi yang bisa dibilang sebagai gelandang terbaik kedua tim musim ini di belakang Pedri.

Sergio Busquets memulai permainan, meskipun semua tahu gelandang veteran itu sangat lamban dan tengah di bawah performa.

Saat sirkulasi bola, Barcelona tidak memiliki tujuan jelas untuk menghancurkan pertahanan Bavaria.

Mereka lewat dari sisi ke sisi, tidak tahu di mana menemukan kuncinya. Alhasil, Barca tak memiliki satu pun tembakan ke gawang selama 90 menit.

Kurangnya motivasi 

Setelah pertandingan, baik Pedri dan Marcos Alonso berbicara kepada pers dan secara terbuka menyuarakan pemikiran yang sama.

Mereka mengakui bahwa tim tidak termotivasi untuk menghasilkan permainan terbaik mereka.

Pada tingkat manusia, frustrasi para pemain dapat dimengerti. Namun, setidaknya Barcelona masih memiliki kesempatan untuk memulihkan harga diri mereka lewatkemenangan melawan Bayern Muenchen.

Namun, tidak ada rasa penasaran untuk membalas, bahkan setelah tertinggal satu gol.

Azulgrana benar-benar tak memiliki gairah untuk menyelesaikan pertandingan sesuai harapan penggemar mereka.

Pertahanan Buruk

Bermain untuk Barcelona adalah impian bagi banyak pemain, tetapi tidak semua orang menyukainya.

Siapa pun yang menonton pertandingan tadi malam, pasti tahu persis mengapa Hector Bellerin tidak memiliki kualitas untuk bermain di klub sekelas Barca.

Bek kanan itu menjadi lubang besar bagi pertahanan Blaugrana. Dia menjadi penyebab dua gol pertama Bayern. Selain itu, dia tak mampu bersaing dengan penyerang Bayern.

Selain Bellerin, Jules Kounde tidak mencatatkan intersep, clearance, atau tekel secara keseluruhan. Sulit dipahami, mengingat Bayern Muenchen datang bertubi-tubi. Satu-satunya kontribusinya pada malam itu adalah duel darat yang dimenangkan.

Alonso hanya berhasil satu kali clearance sepanjang pertandingan, sementara Alejandro Balde sedikit lebih baik dengan empat aksi bertahan.

Barcelona kini resmi degradasi ke Liga Europa untuk musim kedua berturut-turut. Xavi kini bergabung dengan Louis van Gaal dalam kategori pelatih yang membawa timnya downgrade dalam dua musim berturut-turut.

Tagar Barca hingga kini masih menghiasi jagad maya. Musim ini akan menjadi saksi, seberapa jauh Xavi bertahan di klub. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved