Meriah! Napi Lapas Gorontalo Berebut Kolombengi dan Sukade di Perayaan Walima

Tampak, ratusan narapidana (napi) berebut kolombengi dan sukade, dua kue tradisional Gorontalo.

Penulis: Husnul Puhi |
TribunGorontalo.com/Husnul Puhi
Para napi di Lapas Kelas II A Gorontao berebut kue. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pelaksanaan walima di Lapas Kelas II A Gorontalo berlangsung meriah. Terutama saat pembagian kue yang dibawa menggunakan tolangga dan toyopo. 

Tampak, ratusan narapidana (napi) berebut kolombengi dan sukade, dua kue tradisional Gorontalo. Tidak cuma berebut kue, napi juga berebut amplop yang digantung di beberapa tolangga.

Sebagai informasi, tolangga dan toyopo adalah wadah yang diisi kue dan sejumlah kuliner Gorontalo. Perbedaan tolangga dan toyopo hanya di ukuran saja, sementara fungsinya sama, untuk mengantarkan kuliner ke masjid. 

Sementara Walima adalah penyebutan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. sesuai tradisi, perayaan ini ditandai dengan dua hal; pembacaan dikili (zikir) semalam suntuk di masjid, dan kemeriahan masyarakat mengarak tolangga dan toyopo ke masjid di pagi harinya. 

Kebetulan, hari ini, Sabtu (22/10) napi dan personel Lapas Kelas II A Gorontalo bersepakat menggelar perayaan ini. Sangat meriah, sebab setiap tolangga dinilai keunikan dan nilai tradisionalnya. Tolangga dan toyopo terbaik diberi juara. 

Ada sedikitnya 18 tolangga dan 15 toyopo yang dibawa para napi ke Masjid At-Taubah yang berada di dalam Lapas Kelas II A Gorontalo. 

Kali ini, walima mengusung “Maulid Nabi Momentum Peningkatan Iman Menuju Insan Yang Berakhlakul Karimah”. Sekitar 500 warga binaan beserta petugas Lapas Gorontalo antusias mengikuti kegiatan yang puncak acaranya adalah Festival Walima dan Doa Maulid Nabi.

Kasi Binadik Lapas Gorontalo Kasdin Lato menyampaikan bahwa, dirinya mengapresiasi napi dan petugas yang berinisiatif menggelar kegiatan pembinaan mental spiritual melalui perayaan Maulid Nabi dan Festival Walima Tahun 1444 H/ 2022 M.

“Saya menyaksikan langsung bahwa kegiatan ini berjalan tertib, aman dan terkendali yang dipandu doa maulid oleh ahlul (pembawa doa). Harapan saya, moment kegiatan ini agar dapat dilaksanakan setiap tahunnya, karena dapat menjadi bahan refleksi bagi warga binaan untuk terus berubah menjadi insan yang lebih baik dan berakhlak mulia,” ujar Kasdin

Lebih lanjut secara khusus dirinya mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak, baik Satuan Unit Kerja, Dharma Wanita Persatuan Lapas Gorontalo, maupun napi atas dukungannya untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

Di tempat terpisah Fery Utiarahman selaku Ketua Umum Badan Ta’mirul Masjid At-Taubah menyampaikan, suka cita sekaligus sujud syukur dengan adanya inisiatif seluruh pihak untuk menggelar acara yang besar ini.

“Alhamdulillah kegiatan yang merupakan agenda tahunan Takmir ini sukses dilaksanakan. Mudah-mudahan kegiatan pembinaan yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Gorontalo ini dapat lebih mempererat tali silaturahmi antar sesama warga binaan (napi) di Lapas Kelas IIA Gorontalo,” Imbuhnya.

Perlu diketahui, ratusan napi mulai memadati selasar masjid sejak pukul 06.00 WITA. Rangkaian diawali dengan penilaian oleh 7 orang dewan juri atas Parade tolangga dan toyopo, yang dibuat dan dikreasikan sendiri oleh napi. 

Napi dari masing-masing pondok wisma dan petugas lapas dari masing- masing unit kerja. Terdapat 18 tolanga besar dan 15 toyopo yang ikut serta dalam Festival Walima tahun ini. 

“Setelah penilaian oleh dewan juri, tak dapat dihindari seluruh warga binaan dan petugas tumpah ruah, rebutan sajian kue yang ditampilkan pada tolangga dan toyopo,” pungkas Fery. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved