Eks Pelatih Real Madrid Ungkap Rahasia Karim Benzema Jadi Pemain Terbaik Dunia
Eks Pelatih Kepala Real Madrid, Zinedine Zidane mengungkap rahasia mengapa Karim Benzema bisa menjadi pemain terbaik di dunia.
TRIBUNGORONTALO.COM - Eks Pelatih Kepala Real Madrid, Zinedine Zidane mengungkap rahasia mengapa Karim Benzema bisa menjadi pemain terbaik di dunia.
Hubungan Karim Benzema dan Zidane telah terjalin selama sepuluh tahun. Di Real Madrid, mereka memenangkan dua kejuaraan LaLiga Santander dan tiga mahkota Liga Champions.
Selama Zidane memimpin ruang ganti Real Madrid, Karim Benzema salah satu pemain spesial baginya.
"Saya hampir seperti kakak laki-laki bagi Karim. Kami berdua suka memakai panggilan adik dan kakak," kata Zidane kepada L'Equipe dikutip Marca.
Menurutnya, Benzema serupa dengannya dalam banyak hal, seperti latar belakang klub, di mana keduanya sama-sama dibesarkan klub Prancis. Benzema di Lyon, sedangkan Zidane dari Marseille.
"Kami berdua tumbuh di daerah, di mana segalanya tidak selalu mudah bagi kami pada awalnya," jelas Zidane.
"Kami anak-anak sederhana dari pinggiran kota yang bekerja sangat keras, untuk memenuhi impian kami bermain sepak bola profesional," ungkapnya.
Zidane dan Benzema sama-sama dari keturunan orang tua Aljazair.
Seperti diakui Zidane, dia dan mantan muridnya di Real Madrid itu berasal dari kota kecil Kabylia, kawasan Aljazair.
"Tak hanya nenek moyang kami, kami sebenarnya memiliki banyak kesamaan. Keluarga kami berasal dari komunitas kecil Kabylia di Aljazair, yang berdekatan. Kami banyak berbincang tentang hal itu," ucapnya.
Pantang Menyerah
Legenda Los Blancos itu menceritakan masa-masa sulit Benzema di Real Madrid.
Benzema tiba di Real Madrid saat berusia 21 tahun.
Tentu saja, Benzy (sapaan Benzema) tidak langsung menjadi pilihan utama, karena dia harus bersaing dengan Gonzalo Higuain dan Pangeran Bernabeu Raul Gonzalez.
Saat dirinya mulai menemukan tempat di tim utama, ada saat ketika Benzema dikritik karena kurangnya kontribusi gol.
Sebagai mantan pelatih yang sempat menangani Benzema di dua periode, Zidane mengagumi karakter sang pemain.
"Dia terus mengatakan pada dirinya sendiri: Saya ingin menang di sini dan saya akan menjadi yang terbaik," ujar Zidane.
"Dia sangat kuat, dan dia tidak pernah menyerah meski dikritik dan mendapat tekanan kuat di klub seperti itu.
"Saya mengaguminya karena ini. Dia tidak pernah berhenti mencoba. Dia membiarkan orang lain berbicara, dan sekarang rekam jejak dan statistiknya yang berbicara," tambahnya.
Baca juga: Real Madrid Juara Liga Champions tapi Bukan Klub Terbaik? Begini Tanggapan Carlo Ancelotti
Pemain terbaik Prancis
Bagi pelatih three-peat Liga Champions itu secara terbuka mengakui Benzema pemain terbaik Prancis sepanjang sejarah.
"Beberapa orang akan mengatakan kepada Anda bahwa itu adalah Jean-Pierre Papin dengan gol-golnya yang luar biasa, yang lain akan berbicara tentang Michel Platini.
“Bagi saya, itu Karim. Ya, karena saya pernah berada di dekatnya dan saya tahu betapa berharganya dia.
"Saya berharap dia terus bertahan untuk waktu yang lama untuk mencatat rekor dan bersinar di lapangan, bersama Real Madrid dan dengan tim Prancis.
Zidane menutup obrolannya dan menegaskan bahwa Benzema saat ini adalah legenda Real Madrid.
"Dia menjadi legenda di klub ini, dia mencapai hal-hal luar biasa dan akan dikenang oleh orang-orang untuk waktu yang lama," pungkasnya.
Zidane menghadiri acara Gala Ballon d'Or dan juga membacakan nama peraih bola emas yang dimenangkan Karim Benzema.
Baca juga: Bawa Real Madrid dan AC Milan Berjaya, Carlo Ancelotti Pelatih Pertama Cetak 4 Pemenang Ballon dOr
Karim Benzema meraih trofi Ballon d'Or untuk kali pertama dalam karirnya, Selasa (18/10/2022).
Benzema unggul dari dua pesaing terdekatnya, Sadio Mane dan Kevin de Bruyne di tiga besar nominasi trofi Ballon d'Or tahun ini.
Benzema menjadi pemain tertua kedua peraih trofi Ballon d'Or, sejak Stanley Matthews memenangkan Ballon d'Or edisi pertama tahun 1956, di usia ke-41.
Kapten Los Blancos itu membawa timnya memenangkan Liga Spanyol dan Liga Champions UEFA musim 2021/22.
Dia mengakhiri musim dengan El Pichichi dan top skor Liga Champions.
Total 50 gol serta 16 assist dibukukan pria kelahiran Lyon, dalam 55 pertandingan, di semua kompetisi musim 2021/22.
Pemain 34 tahun juga membantu timnas Prancis menjuarai UEFA Nations League lewat sumbangan enam golnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Zidane-and-Benzema.jpg)