Legenda Real Madrid Pahami Kekesalan Thibaut Courtois di Gala Ballon d'Or
Legenda Real Madrid, Iker Casillas salut atas tindakan Thibaut Courtois melampiaskan kekesalannya, karena tak masuk tiga besar Ballon d'Or.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Casillas-and-Courtois.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Legenda Real Madrid, Iker Casillas salut atas tindakan Thibaut Courtois melampiaskan kekesalannya, karena tak masuk tiga besar Ballon d'Or.
Menurut Iker, rasa frustrasi Thibaut Courtois sangat wajar mengingat kontribusi besarnya membantu Real Madrid memenangkan Liga Champions dan Liga Spanyol musim lalu.
Kiper veteran Real Madrid itu sepenuhnya bisa memahami perasaan Courtois, sebab dirinya pernah finis di urutan ke-empat pada tahun 2008.
“Saya sangat senang untuk Thibaut Courtois!” tulis Casillas di laman twitternya.
“Dengan perbedaan besar, penjaga gawang terbaik di dunia. Apa yang saya tidak senang adalah bahwa dia tidak termasuk dalam podium terakhir untuk Ballon d'Or.
“Saya masih tidak mengerti apa dasar mereka memilih penghargaan ini,” ucap Casillas.
Courtois sejatinya memenangkan Trofi Yashin dari France Football sebagai penjaga gawang dengan performa terbaik. Namun, kiper Real Madrid itu tak terima dia terlempar ke peringkat 7.
The Belgian Wall finis di belakang Kylian Mbappe dan Mohamed Salah.
Courtois secara terbuka mengatakan "mustahil" bagi seorang penjaga gawang untuk menang Ballon d'Or.
Setelah penghargaan dibagikan, menyampaikan kekecewaannya karena gagal finis di podium untuk Ballon d'Or.
"Saya sangat senang untuk Karim Benzema. Saya tidak mengatakan saya akan memenangkannya, tetapi saya bahkan tidak naik podium sebagai kiper yang memenangkan La Liga dan Liga Champions," kata Courtois kepada media Spanyol, seperti dilaporkan oleh situs Belgia DH.
"Saya melihat mustahil untuk memenangkan Ballon d'Or. Anda memenangkan LaLiga dan Anda memenangkan Liga Champions, tim Anda menang berkat penyelamatan Anda, dan Anda hanya finis di urutan 7. Setidaknya mereka telah menemukan trofi untuk kiper terbaik," jelas Courtois.
Perkataan Courtois Sudah Terbukti
Legenda Chelsea Petr Cech sebelumnya menyatakan bahwa Courtois tidak mungkin memenangkan Ballon d'Or, karena betapa sulitnya bagi penjaga gawang di masa lalu untuk bersaing di penghargaan tersebut.
“Saya pikir akan selalu ada masalah dengan penjaga gawang yang terlibat dalam (Ballon d'Or), karena di masa lalu, Buffon bahkan Casillas, ada beberapa kiper yang mungkin seharusnya lebih dekat. untuk memenangkan penghargaan.
“Tetapi kami tahu bahwa untuk penjaga gawang, sangat istimewa untuk dibandingkan dengan para pemain dan mendekati mereka.
“Semua orang suka melihat gol dan assist serta keterampilan hebat ke depan, dan inilah sepak bola,” ujar kiper legenda Chelsea tersebut.
Baca juga: Florentino Perez Akui Ingin Bawa Neymar ke Real Madrid
Courtois dan Benzema keduanya pemain kunci musim lalu untuk Madrid, yang memenangkan gelar La Liga dan Liga Champions ganda di bawah Carlo Ancelotti.
Benzema akhirnya berhasil mengklaim Ballon d'Or untuk pertama kalinya dalam karirnya di sebuah upacara mewah di Paris.
Eks striker Liverpool Sadio Mane, yang sekarang bersama Bayern Muenchen menempati peringkat kedua, sementara gelandang Manchester City Kevin De Bruyne di urutan ketiga.
Courtois, sementara itu, memenangkan Trofi Yashin karena menjadi penjaga gawang terbaik musim lalu.
Tetapi pemain internasional Belgia itu harus puas dengan tempat ketujuh di klasemen Ballon d'Or keseluruhan, meskipun penampilannya yang luar biasa musim lalu, termasuk penampilan 'man of the match' di final Liga Champions melawan Liverpool.
Diketahui, Lev Yashin masih satu-satunya penjaga gawang yang pernah memenangkan Ballon d'Or, setelah mengklaim penghargaan tersebut pada tahun 1963. (*)