Liga Spanyol

Xavi Hernandez Pelatih Terburuk Barcelona

Barcelona harus merelakan puncak klasemen Liga Spanyol direbut Real Madrid.

Twitter/ist
Kekalahan Barcelona di markas Real Madrid, Estadio Santiago Bernabeu, Minggu (16/10/2022) menjadi catatan buruk bagi Xavi Hernandez dalam sejarah Blaugrana 20 tahun terakhir. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Barcelona harus merelakan puncak klasemen Liga Spanyol direbut Real Madrid.

Kekalahan 3-1 Barcelona di Santiago Bernabeu, Minggu (16/10/2022) menandai rekor buruk Xavi Hernandez.

Betapa tidak, dalam 50 pertandingan Barcelona, Xavi baru meraih 56 persen kemenangan.

Menurut Fran Martinez, Xavi merupakan pelatih Blaugrana dengan rekor terburuk, sejak Serra Ferrer yang bekerja di Camp Nou pada tahun 2001. 

Xavi Hernandez membantah tudingan bahwa dirinya merasa tertekan melatih Barcelona saat ini. Dia mengaku optimis dengan pencapaian timnya di Liga Spanyol musim ini, terlepas dari penampilan buruk mereka di Liga Champions.
Xavi Hernandez (Twitter/CBS Sports)

Namun, rekor ini untuk pelatih yang menangani lebih dari 50 pertandingan. 

Diketahui, Pertandingan melawan Real Madrid kemarin menjadi laga ke-50 bagi Xavi di Barca.

Sejauh ini, Xavi membukukan 28 kemenangan, 12 hasil imbang, dan 10 kekalahan.

Rekor buruk ini bahkan hampir setara dengan manajer sebelumnya, Ronald Koeman.

Pelatih asal Belanda itu memiliki persentase kemenangan sebesar 58,21 persen dengan 39 kemenangan, 12 seri, dan 16 kekalahan dalam 67 pertandingan.

Baca juga: Hasil Liga Spanyol: Pecundangi Barcelona 3-1, Real Madrid Rusak Rekor Positif Blaugrana

Gelandang Real Madrid, Luka Modric berduel dengan Pedri
Gelandang Real Madrid, Luka Modric berduel dengan Pedri (Twitter/Barcelona)

Faktanya, kubu pelatih Barcelona memang terjadi penurunan segi kemenangan dan PPG pelatih dalam dua dekade terakhir.

Pep Guardiola bahkan bukan kepala pelatih terbaik Barcelona, meskipun ia memulai era keemasan di Camp Nou.

Hanya Tito Vilanova, yang membukukan persentase kemenangan terbaik, 75 persen dan 2,39 PPG dalam 44 pertandingan.

Sementara, Pep hanya meraih 72,5 persen kemenangan, setelah memimpin Barca di 247 laga. 

Barca tak belajar dari kesalahan

Xavi mengaku timnya tidak belajar dari kesalahan di Liga Champions. Tetapi, dia menilai kekalahan Blaugrana di Bernabeu, tak ada hubungannya dengan performa Inter di Camp Nou.

“Saya tidak berpikir permainan Inter memiliki pengaruh.

“Tanpa memainkan permainan hebat hari ini, kami memiliki momen untuk menyamakan kedudukan, tetapi ketika Anda kehilangan peluang melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Anda dihukum," kata Xavi dinukil TribunGorontalo.com dari AS.

Barcelona sebelumnya hampir pasti tersingkir dari Liga Champions, saat ditahan imbang Inter Milan.

Xavi menuai hujatan lebih dari sepekan terakhir, bahkan ketika dia menang melawan Celta Vigo, beragam komentar negatif mengarah padanya.

"Kami terjebak dalam dinamika negatif, tidak ada yang berhasil dan mungkin ini saatnya untuk sedikit menggoyahkan untuk mencoba kembali ke jalurnya," kata Xavi dalam konferensi pers dikutip AS.

“Kami tidak (bermain) dengan baik. Saya tidak bisa bahagia dengan hampir semua hal, kalah 3-1. 

“Kami tampil sangat baik di LaLiga tetapi kami harus meningkatkan kekuatan, agresivitas kami.

"Kami telah membicarakannya, bahwa kami harus belajar bagaimana menghentikan serangan balik, dan pada gol pertama mereka menangkap (kelemahan) kami dalam transisi.

Kekalahan itu merupakan pukulan telak bagi Xavi. Tak sedikit beranggapan gelandang veteran Blaugrana itu akan lengser sebelum musim berakhir. (*) 

 

 

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved