Xavi Hernandez Bantah Tertekan Jadi Pelatih Barcelona: Ini Tugas Tanpa Pamrih
Gelandang veteran Xavi Hernandez membantah anggapan dirinya tertekan menjadi pelatih Barcelona.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Xavi-Hernandez-membantah-tudingan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Xavi Hernandez mengatakan jabatan pelatih Barcelona itu merupakan tugas tanpa pamrih.
Hal itu diutarakan Xavi saat konferensi pers menjelang duel El Clasico Barcelona kontra Real Madrid, Sabtu (15/10/2022).
Melansir dari Marca, gelandang veteran Blaugrana itu membantah anggapan dirinya tertekan menjadi pelatih Barcelona.
Diketahui, tagar XaviOut sempat bergema di jagad media sosial Twitter, usai Barca menang 1-0 melawan Celta Vigo, Senin lalu.
Situasi itu diperparah hasil imbang Barca ketika menjamu Inter Milan di Stadion Sportify Camp Nou.
Sergio busquets cs ditahan 3-3 oleh Nerazzurri, yang membuat posisi mereka di turnamen Liga Champions terancam degradasi.
Baca juga: Legenda Ronaldo Nazario: Karim Benzema Kunci Kemenangan Real Madrid
Banyak media pun mulai mempertanyakan kondisi Xavi di bawah tekanan penggemar dan media.
Namun, pelatih 42 tahun itu menolak bahwa dirinya merasa tertekan akan hal itu.
"Menjadi pelatih Barcelona adalah tugas tanpa pamrih, lebih baik menjadi pemain," jelas Xavi dalam konferensi pers pra-pertandingan.
"Anda menikmati menjadi pemain lebih dari seorang pelatih, tapi ini adalah permainan untuk dinikmati,"
"Kami harus mencoba dan mengeluarkan versi terbaik dari setiap pemain," jelas pemegang tropi Piala Dunia dan Euro tersebut.
Analisis El Clasico
Kick-off El Clasico akan berlangsung malam ini, Minggu (16/10/2022) pukul 22.15 WITA.
Xavi telah menganalisis cara menghadapi rival abadi mereka.
“Kami ingin menyerang, kami ingin menaklukkan mereka di setengah lapangan mereka,” kata dia.
“Kami harus matang dan optimistis dan melakukan lebih banyak tembakan ke gawang, bukan hanya karena Thibaut Courtois tidak ada di sana.
“Kami menghasilkan banyak peluang dari luar kotak [melawan Inter], dan pertandingan hari Minggu seharusnya menjadi contoh lain dari itu.
"Mereka merasa nyaman di blok rendah. Kami ingin menyerang dengan kompak dan harus berani."
Bagi Xavi, kegagalan di Liga Champions bukanlah sesuatu yang dapat ditanggung Barcelona.
Dia menyampaikan pesan kepada penggemar klub dan dewan bahwa dia bukanlah masalah bagi klub.
"Saya seorang optimis sejak lahir, saya percaya pada pekerjaan dan kemajuan."
Baca juga: Skuad Real Madrid Vs Barcelona: Ruediger Tampil Beda, Thibaut Courtois Absen
"Di LaLiga kami melakukannya dengan sangat baik dan berada di puncak klasemen."
"Saya penggemar Barcelona dan saya keras kepala. Saya tidak akan berhenti bekerja, tetapi pada hari saya tidak percaya saya bisa menjadi solusi, saya akan pergi," jelas Xavi.
Berbicara tentang El Clasico, Xavi secara terbuka mengaku pertandingan malam ini sangat istimewa baginya.
“Ini tiga poin, tetapi juga moral dan kepercayaan diri yang datang dengan memenangkan Clasico,” tegasnya.
Head to Head
Dalam 249 laga secara keseluruhan, Real Madrid telah mengoleksi 100 kemenangan, dengan rata-rata 1,7 gol per pertandingan.
Barcelona meraih 97 dengan 1,6 gol per laga. Sedangkan 52 pertandingan diantaranya berakhir imbang.
Barcelona mengakhiri rekor tanpa kemenangan mereka musim lalu dengan kemenangan 4-0 pada bulan Maret.
Real Madrid, di sisi lain, bertujuan mengklaim gelar La Liga dua musim berturut-turut sejak musim 2006/08. (*)