Sabtu, 14 Maret 2026

IPA PDAM Gorontalo Terendam Banjir, Distribusi Air ke Rumah Warga Dihentikan

Imbasnya, masyarakat di setidaknya lima kecamatan, harus menyediakan alternatif untuk bisa menikmati air bersih. 

Tayang:
zoom-inlihat foto IPA PDAM Gorontalo Terendam Banjir, Distribusi Air ke Rumah Warga Dihentikan
TribunGorontalo.com/AgungPanto
Kondisi Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Muara Tirta Kota Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bulotadaa dan Dungingi milik PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo, terendam banjir, Sabtu malam (8/10/2022).

Akibatnya, kedua IPA yang semestinya memasok air ke rumah-rumah warga Kota Gorontalo, berhenti beroperasi. 

Imbasnya, masyarakat di setidaknya lima kecamatan, harus menyediakan alternatif untuk bisa menikmati air bersih. 

Menurut Otoritas PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo, naiknya debit air Sungai Bulango, merendam IPA. sedimen tanah kemudian terbawa ke dalam sumur IPA.

Ahmad Koem kepala bagian teknik dan pengembangan PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo mengatakan, pemberhentian sementara karena pihaknya kesulitan mengolah air bersih. 

“Saat ini permukaan sungai bulango sedang naik, dibandingkan dengan yang kemarin masih lebih renda yang ini, hanya saja kondisi sekarang untuk air baku itu sangat kental sedimenya, banyak sampah dan banyak lumpur,” ujar Ahmad.

Akibatnya dalam beberapa jam ke depan pihaknya memberhentikan sementara pendistribusian air bersih, guna menunggu turunnya debit air Sungai Bulango.

“Kami kesulitan untuk mengolah air saat ini, karena kekeruhan air bakunya ini bisa mencapai 2000,” tambahnya.

Saat ini pihaknya tengah menunggu agar kekentalan dari air baku dan sedimen tanah dapat berkurang.

“Kami tetap akan menunggu hingga sedimen ini berkurang agar air baku dapat kita olah kembali,” tutup Kabag Teknik

Sementara itu, Dedi Kyai Demak Humas PDAM Muara Tirta Kota Gorontalo menambahkan pihaknya saat ini akan tetap siaga, hingga air dapat didistribusikan kembali.

“Kami juga sedikit panik ini, naiknya air ini, ini kami stand by 24 jam ini, semoga tengah malam nanti air dapat segera diolah kembali agar bisa secepatnya normal kembali, tergantung cuaca.” tambah Dedi.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved