Kamis, 5 Maret 2026

Rusuh Arema vs Persebaya

Jokowi Minta Evaluasi Prosedur Pengamanan Sepak Bola Pascarusuh Arema vs Persebaya

Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jokowi Minta Evaluasi Prosedur Pengamanan Sepak Bola Pascarusuh Arema vs Persebaya
TribunGorontalo.com/ist
Presiden Jokowi. Presiden meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Presiden Joko Widodo meminta Kapolri Jenderal Pol Sigit Listyo Prabowo mengevaluasi kembali prosedur pengamanan sepak bola di Tanah Air.

Presiden Jokowi menghentikan sementara Liga 1 Indonesia sambil menunggu proses perbaikan prosedur pengamanan.

Jokowi juga minta Kementerian Kesehatan dan pemda memberikan pelayanan maksimal bagi para korban kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang usai laga Arema FC versus Persebaya, Sabtu (1/10/2022) malam.

"Saya minta kepada Kapolri dan PSSI untuk mengevaluasi proses pengamanan sepak bola. Liga 1 dihentikan sementara sambil menunggu perbaikan prosedur pengamanan," kata Presiden Jokowi dalam keterangan pers dari Istana Bogor via chanel YouTube, Minggu hari ini.

Jokowi juga minta investigasi kasus kerusuhan hingga mendapatkan penjelasan secara objekttif mungkin.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani minta dibentuk tim  investigasi tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam.

Puan Maharani turut berbelasungkawa atas tragedi yang menelan 129 korban (sebelumnya 127 korban) jiwa pasca laga Arema versus Persebaya itu.

“Apa yang terjadi di Stadion Kanjuruhan tadi malam adalah peristiwa yang memilukan. Atas nama Ketua DPR RI, saya turut berdukacita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban dari tragedi tersebut,” kata Puan Maharani, Minggu hari ini.

Namun demikian, tegas Puan, peristiwa tersebut mutlak harus diivestigasi secara menyeluruh.

“Kenapa bisa terjadi tragedi yang memakan korban jiwa sebanyak itu di lapangan sepakbola? Bagaimana proses pelaksanaan oleh panitia penyelenggara? Bagaimana prosedur pengamanannya?” kata Puan Maharani.

“Semua harus diinvestigasi secara menyeluruh. Tidak boleh tidak! Ini soal nyawa orang yang hilang,” tegas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengatakan, pertandingan sepakbola di stadion seharusnya menjadi tempat hiburan yang menyenangkan bagi masyarakat umum. Termasuk para suporter dalam mengekspresikan dukungan kepada tim kesayangannya.

“Bukan malah menjadi tempat terjadinya tragedi yang menghilangkan seratusan lebih nyawa manusia,” kata Puan.

“Nyawa manusia, nyawa kita, terlalu berharga hanya untuk sebuah pertandingan sepakbola yang berakhir dengan kerusuhan,” imbuh Puan.

Oleh karenanya, Puan meminta PSSI juga berbenah diri serta mengevaluasi total pelaksanaan liga sepakbola nasional.

“Kami meminta liga nasional dihentikan sementara untuk menghormati para korban, sambil menunggu hasil investigasi menyeruluh atas tragedi ini,” tegas Puan.

127 Orang dan 2 Polisi Meninggal

Data sementara, sebanyak 127 orang di antaranya 2 anggota Polri meninggal dunia dalam insiden kerusuhan suporter sepak bola di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Suporter juga sempat membakar 2 unit mobil dinas Polri usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

Pemicu kerusuhan tersebut diduga karena ribuan orang dari tribun penonton masuk ke lapangan usai Arema FC dikalahkan Persebaya dikalahkan dengan skor 2-3.

Akibat kerusuhan tersebut ratusan orang meninggal dunia.

"Masih simpang siur (jumlah yang meninggal) ada yang bilang 114 tapi tadi ada yang bilang 120," kata Bupati Malang HM Sanusi dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Minggu (2/10/2022).

Sementara itu Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat menyebut ada 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan tersebut.

"Jadi sampai dengan pukul 03.00 ada di beberapa rumah sakit, ada 127 penonton yang meninggal dunia," kata Kapolres.

Dari 127 orang yang tewas ada dua orang anggota kepolisian juga meninggal.

"Dua di antaranya yang meninggal anggota kepolisian," ujarnya.
Korban tewas dibawa ke rumah sakit Wafa, RS Teja Husada dan RSUD Kanjuruhan.

Mobil Dinas Polisi Ikut Dirusak dan Dibakar

Kerusuhan suporter usai pertandingan Arema FC vs Persebaya ternyata tidak hanya terjadi di dalam stadion. Kerusuhan juga merembet ke area luar stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Akibatnya beberapa mobil dinas polisi ada yang dirusak dan dibakar.

"Jadi ada pengadangan saat keluar stadion, ada sekelompok perusakan mobil dinas polisi saat mengawal pemain Persebaya Surabaya," kata Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Minggu (2/10/2022).

Menurut Kapolres ada dua titik konsentrasi ribuan orang yang kemudian berbuntut kepada kerusuhan dan perusakan.

Yang pertama kata Kapolres yakni terkait pengadangan kendaraan kawalan pemain Persebaya Surabaya dan penonton yang mencoba merangsek masuk ke dalam stadion.

"Jadi ada dua titik konsentrasi di luar stadion yakni pengadangan pemain Persebaya dan penonton yang mau masuk ke stadion," ujar Kapolres.

(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved