Rabu, 11 Maret 2026

Rusuh Stadion Kanjuruhan

Ada Gas Air Mata, Suporter Arema Berlarian Panik hingga Pingsan Terinjak-injak

Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan. Ada juga gas air mata yang ditembakan ke tribun penonton. Suporter lari kepanikan, jatuh pingsan.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Ada Gas Air Mata, Suporter Arema Berlarian Panik hingga Pingsan Terinjak-injak
Kolase TribunGorontalo.com
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam. Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan. Ada juga gas air mata yang ditembakan ke tribun penonton. Suporter lari kepanikan, jatuh pingsan dan terinjak-injak. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Malang - Tragedi meninggalnya 127 suporter termasuk 2 polisi bermula aksi ribuan suporter masuk ke Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10/2022) malam.

Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan. Ada juga gas air mata yang ditembakan ke tribun penonton. Suporter lari kepanikan, jatuh pingsan dan terinjak-injak.

Banyak juga suporter yang mengalami sesak napas hingga akhirnya jatuh dan tak sadarkan diri dalam insiden tersebut.

Kerusuhan bermula saat Arema FC kalah dari Persebaya Surabaya. Seusai pertandingan, ribuan Aremania mendesak masuk ke lapangan.

Melihat ribuan suporter masuk ke lapangan, pihak keamanan dari Polri dan TNI langsung melakukan pengamanan.

Kejadian berlanjut dengan aksi lempar-lemparan antara suporter dengan petugas keamanan.
Lantaran kalah jumlah personel dan suporter tak dapat dikendalikan, petugas keamanan akhirnya mengeluarkan gas air mata.

Ada juga gas air mata yang mengarah ke tribun sehingga membuat suporter panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Lantaran berdesak-desakan untuk menyelamatkan diri, banyak suporter, baik pria maupun wanita yang jatuh dan terinjak.

Sementara itu, halaman RS Wava Husada Malang dipadati dengan suporter Aremania, Minggu (2/10/2022) dini hari.

Mereka datang ke RS Wava Malang untuk mencari kabar rekannya yang meninggal dunia usai laga Arema Fc vs Persebaya Surabaya yang berakhir ricuh.

Pantauan Tribun, jenazah berjejer di salah satu ruang di IGD. Suasana duka begitu kental menyelimuti halaman rumah sakit.

"Kita saat ini menangani (suporter) yang masih hidup. Sementara yang sudah meninggal diserahkan ke keluarga untuk dikuburkan."

"Yang meninggal kabarnya akan dibawa ke RSSA semuanya. Soalnya kita tidak punya fasilitas untuk jenazah. Karena jumlahnya banyak, kita cuma punya satu," ujar Direktur RS Wava Husada Malang, dr Bambang Dwi ketika dikonfirmasi.

Bambang menjelaskan, pihaknya belum bisa memberikan kepastian secara gamblang terkait jumlah pasti jenazah suporter Arema FC yang berada di RS Wava Husada Malang.

"Fasilitas oksigen kita ada, kita sudah siapkan. Kita ada oksigen central juga. Untuk jumlah pasien yang dirawat atau meninggal saya belum tahu pasti. Karena banyak yang datang lalu pergi. Nanti satu pintu keterangan semuanya dari polisi," jelas Bambang.

Kapolres Malang: Ribuan Penonton Masuk ke Lapangan

Sebanyak 127 orang meninggal dunia akibat kerusuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat mengatakan pertandingan awalnya berjalan baik hingga 90 menit wasit meniup peluit tanda pertandingan berakhir.

Namun kata dia situasi berubah saat ada beberapa penonton dari arah tribun merangsek masuk ke dalam lapangan dengan cara melompati pagar pembatas stadion.

Mereka lalu mengerubuti para pemain Arema FC dan petugas kepolisian berusaha melakukan penghalauan.

Jumlah penonton yang masuk ke lapangan kemudian semakin banyak dan mencapai ribuan.

"Aparat sempat mencegah, karena mereka mengerubuti pemain Arema FC lalu dihalangi petugas," kata Kapolres dalam tayangan Breaking News Kompas TV, Minggu (2/10/2022).

Tidak hanya itu, lanjut Kapolres, suasana semakin tidak kondusif, ribuan penonton yang berada di tribun kemudian berusaha merangsek keluar stadion berebutan di beberapa pintu keluar.

"Kemudian ada yang mau keluar stadion berebutan keluar stadion berdesak-desakan dan terinjak-injak," kata Kapolres.

Kapolres menjelaskan dari keterangan panitia pelaksana pertandingan saat pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan ada 42 ribu penonton yang hadir.

"Ada kurang lebih 42 ribu penonton yang hadir," ujar Kapolres.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Suasana Terkini RS Wava Husada, Jenazah Korban Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan akan Dibawa ke RSSA

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved