PLN Gorontalo

Soal Penebangan Pohon di Bone Bolango, Begini Penjelasan PLN ULP Telaga

Rama Perdana Manager PLN ULP Telaga menjelaskan, penebangan pohon di wilayah itu sebetulnya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Kondisi pohon setelah ditebang. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo –- PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Telaga mengonfirmasi perihal penebangan pohon di Desa Tunggulo, Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (30/9/2022).

Rama Perdana Manager PLN ULP Telaga menjelaskan, penebangan pohon di wilayah itu sebetulnya sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Teman-teman petugas ini secara SOP datang ke lokasi pekarangan dan sudah konfirmasi untuk melakukan penebangan," kata Rama kepada Tribun Gorontalo, Jumat (30/9/2022). 

Penebangan dianggap perlu dilakukan, sebab terlihat berisiko tumbang. PLN ULP Telaga mengaku, jika tak ditebang, pohon itu bisa saja roboh dengan sendirinya. 

Kemungkinan terburuknya, pohon menimpa jaringan listrik di sekitar, bahkan bisa menimpa rumah warga pula. 

Secara kasat mata, batang pohon sudah tidak mampu menopang berat tajuk. Akar pohon hingga batang keropos karena terbakar.

"Maka kami meminta izin di rumah yang berdekatan dengan pohon itu," lanjut Rama.

Koordinasi pihak PLN pun berbuah manis, pemilik rumah mengizinkan. "Atas dasar itu petugas kami menebang pohon tersebut," ujar Rama.

Sialnya, warga yang mengizinkan penebangan pohon, bukanlah pemilik asli.

Pemilik sebenarnya baru bersuara ketika pohon telah tubang ditebang personel lapangan PLN ULP Telaga. Pemilik ini pun yang lantas melayangkan protes.

"Ini sebenarnya hanya karena miss komunikasi saja," lanjut Rama.

Kata Rama, pemilik pohon bahkan mendatangi kantor PLN untuk melayangkan protes. Pemilik tak terima pohon ditebang, sebab pohon itu memiliki nilai sejarah untuk keluarganya. Pohon ditanam 15 tahun lalu oleh ayah pemilik. 

"Jadi si pelapor itu komplain, kenapa pohon itu ditebang padahal pemiliknya belum kasih," ucap Rama.

Karena itu, PLN meminta maaf langsung kepada pemilik. Sebab, sedari awal memang tak tahu siapa pemilik sebenarnya pohon itu. 

Meski begitu, dari komplain pemilik pohon, akan menjadi pembelajaran PLN ke depan. 

Artinya, ke depan pihaknya akan memastikan dengan benar terkait perizinan sebelum mengeksekusi. 

"Ketika ada kondisi seperti ini, pihak PLN harus betul-betul crosscheck, siapa pemilik sebenarnya, ini yang menjadi pelajaran kita bersama," tutup Rama. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved