Liga 3 Gorontalo: Dorong Wasit, Kapten Tim Persidago Disanksi Dua Bulan Larangan Bermain
Komisi Disiplin Asprov PSSI Gorontalo, Kapten Persidago Sabri Mooduto dihukum tak bisa bermain selama dua bulan.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/14092022adu-jotos-stadion-23-januari-telaga.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Komisi Disiplin Asprov PSSI Gorontalo, Kapten Persidago Sabri Mooduto dihukum tak bisa bermain selama dua bulan.
Bek Persidago itu dihukum karena kartu merah, setelah mendorong wasit, saat pertandingan melawan Panipi Raya FC di pekan ketiga Liga 3 Gorontalo.
Saat itu, Panipi Raya FC bertandang Persidago, untuk memperebutkan puncak grup B Liga 3 Gorontalo.
Kapten Kesebelasan itu bisa melakukan dorongan terhadap wasit, karena tak terima dengan keputusan yang diberikan.
Karenanya, wasit memberikan kartu merah terhadap pemain bertahan Persidago tersebut. Dengan itu Sabri pun langsung membuang ban kapten yang terpasang di lengan kanannya.
Adapun sanksi untuk pemain yang mendapatkan kartu merah di Liga 3 Gorontalo menurut aturan, tak bisa bermain selama satu kali pertandingan.
Hal tersebut dikatakan Ikram Septian, Pengawas Pertandingan yang bertugas saat itu.
"Sebenarnya, kartu kuning dan merah cuman diskorsing satu pertandingan," kata Ikram saat dihubungi Tribun Gorontalo.com.
Baca juga: Ini Sanksi Bagi Pemain Beroleh Kartu Kuning dan Merah di Liga 3 Gorontalo
Sabri mengintimidasi wasit, sampai digandakan hukumannya, yakni sanksi kartu merah dan mendorong wasit.
Menurut Ikram, untuk hukuman dorongan terhadap wasit ada hukuman tersendiri.
"Dorongan itu ada hukuman pasalnya sendiri," ujarnya.
"Kalau Sabri itu sangsinya selama dua bulan," jelas Ikram.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Pelatih Persidago Romy Malanua mengatakan, pihaknya sementara memperjuangkan untuk mengajukan banding kepada Komisi Disiplin.
Manajemen Laskar Menara meminta keringanan hukuman terhadap sang kapten. (*)