Curhat Tukang Angkut Sampah di Kota Gorontalo, Sehari Digaji Rp 60 Ribu

Profesinya adalah tukang angkut sampah. Pukul 05.00 Wita ia sudah turun dari rumah. Menuju kantor dinas lingkungan hidup dan mulai menyisir perkotaan.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/RismanTaharuddin
Potret para tukang pengangkut sampah di Kota Gorontalo. Bekerja sedari pukul 5 pagi. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Saban hari ia harus bangun lebih awal pegawai kantoran. Ia adalah Dedi, warga Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo.

Profesinya adalah tukang angkut sampah. Pukul 05.00 Wita ia sudah turun dari rumah. Menuju kantor dinas lingkungan hidup dan mulai menyisir perkotaan. 

Ia mengangkut semua sampah yang ditinggal warga di depan rumah. Aktivitas itu setidaknya ia geluti hingga petang menjelang.

Kepada TribunGorontalo.com pada Rabu (21/09/2022) Dedi mengaku, dirinya digaji Rp 60 ribu per hari. 

Ia memilih bekerja sebagai petugas kebersihan, karena tidak ada pekerjaan lain yang bisa ditekuni. Ia terkendala skill dan pendidikan. 

Meski begitu dirinya tetap bersyukur sebab baginya terpenting adalah tetap bekerja dan tidak meminta-minta. 

"Bagi saya gaji Rp 60 ribu per hari itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," tuturnya. 

Warga Tuladenggi itu mengaku telah bekerja selama tujuh tahun membersihkan lingkungan di Kota Gorontalo.

Selain menjadi petugas kebersihan, Dedi juga mengaku menjadi marbot masjid di tempatnya tinggalnya. Kendati, dulu katanya, ia adalah peminum miras. Cukup bisa disebut pecandu. 

"Kita tahu dunia seperti itu mengasyikkan namun di balik itu tentu akan kita temui berbagai macam penyakit, apalagi hal itu termasuk barang yang diharamkan oleh Allah, saya sadari apa yang saya buat selama ini adalah sebuah kesalahan,” katanya. 

Ia bercerita, biasanya usai menyelesaikan pekerjaannya membersihkan lingkungan kota, ia membersihkan masjid.

“Kalau ada kesempatan saya memancing, lumayan jika pancingan itu membuahkan hasil, tidak perlu ke pasar lagi membeli ikan," tandanya. (*)

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved