PEMPROV GORONTALO

Pelindo Bahas Pekerjaan Pengelolaan Alur Pelayaran

Dan Direktur PT Ambang Barito Nusapersada (Ambaper), Didit Handoko yang membahas topik tentang “Pengelolaan Alur di Ambang Barito”.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Focus Group Discussion (FGD) pekerjaan pengelolaan alur pelayaran. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – PT Pelindo Jasa Maritim, Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Group menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memaparkan hal yang berkaitan dengan pekerjaan pengelolaan alur pelayaran.

Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat lantai 7 Gedung Kantor Pelindo Regional 4 ini menghadirkan pembicara yaitu Direktur Utama PT Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Firmaniansya dengan topik pembahasan mengenai “Pengelolaan Alur Pelayaran Barat Surabaya”.

Dan Direktur PT Ambang Barito Nusapersada (Ambaper), Didit Handoko yang membahas topik tentang “Pengelolaan Alur di Ambang Barito”.

FGD yang juga dihadiri seluruh Senior Vice President (SVP) dan Vice President (VP) Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) ini membahas tentang pengelolaan alur pelayaran yang antara lain meliputi kondisi sosial, ekonomi, jaringan transportasi wilayah.

Kapasitas maksimal dari masing-masing pelabuhan atau Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS), karakteristik hydro oceanografi, karakteristik perairan, tingkat sedimentasi yang terjadi, data visual, dan data penunjang lainnya.

Direktur Utama SPJM, Prasetyadi dalam siaran persnya Kamis (15/9/2022) mengatakan, tujuan dari FGD ini adalah untuk mendapatkan penjelasan mengenai pengerukan alur pelayaran berdasarkan berbagai desain alur yang ditawarkan, analisis sedimentasi serta periode ulangnya, serta biaya-biaya yang timbul dalam pengembangan dan perawatan alur pelabuhan.

Menurutnya, pelabuhan laut merupakan prasarana angkutan laut yang berfungsi untuk tempat bersandarnya kapal-kapal, baik yang berukuran besar maupun kecil.

Sehingga alur pelayaran maupun kolam pelabuhannya harus menjamin keselamatan, keamanan, kecepatan, kelancaran, dan kenyamanan yang tinggi bagi kapal-kapal yang akan masuk ke wilayah pelabuhan maupun yang akan berangkat.

Seperti diketahui bahwa wilayah Indonesia merupakan Negara Kepulauan, maka pelayaran transportasi laut dituntut pula untuk menjangkau daerah-daerah terpencil dan mampu menghubungkan antar pulau yang tersebar luas.

"Sehingga dengan demikian permasalahan-permasalahan yang timbul seperti kondisi ekonomi, sosial maupun kondisi geografis wilayah tersebut dapat diatasi,” ujar Prasetyadi.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved