Budaya Gorontalo

Jumlah Cagar Budaya Gorontalo Capai 138, Minim Level Nasional

Hal itu seperti yang diungkapkan Faiz Muhammad Anis Kaba Arkeolog Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Gorontalo.

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Potret Kantor Pos Gorontalo, bangunan yang kini berstatus cagar budaya Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO- Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) menyebutkan, saat ini sudah ada bangunan ataupun situs yang masuk cagar budaya Gorontalo. 

Namun, 138 cagar budaya Gorontalo itu, hanya sedikit yang masuk peringkat tingkat Nasional. 

Hal itu seperti yang diungkapkan Faiz Muhammad Anis Kaba Arkeolog Pamong Budaya Ahli Muda BPCB Gorontalo.

Sejauh ini cagar budaya di Gorontalo yang masuk peringkat Nasional, baru makam pahlawan Nani Wartabone. Cagar budaya itu berdasarkan Undang-undang 11 tahun 2010.

Lalu ada cagar budaya Gorontalo yang ditetapkan menggunakan SK Menteri pada saat masih berlakunya Undang-undang nomor 5 tahun 1992. Di antaranya Mesjid Ar-Rahman, Makam Raja Blongkod, Kantor Pos dan Kantor Pelni. 

"Pada dasarnya lima cagar tadi itu masih perlu disesuaikan sebab masih mengacu UU Nomor 5 tahun 92," tutur Faiz. 

Meski begitu, saat ini ada situs dan bangunan yang digodok masuk cagar budaya Gorontalo. Prosesnya masih tahap persidangan. Misalnya Monumen Patung Nani Wartabone. 

"Sudah disidangkan, sudah diplenokan oleh tim ahli cagar budaya Nasional, hanya saja tinggal menunggu penerbitan SK dari Menteri," terang Faiz.

Mengacu pada UU No. 11 Tahun 2010 :

Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/atau di air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan/atau kebudayaan melalui proses penetapan.

Berdasarkan Undang-Undang bahwa Cagar Budaya adalah warisan budaya yang bersifat kebendaan atau yang biasa disebut dengan bersifat tangible. 

Artinya bahwa warisan budaya yang masuk ke dalam kategori Cagar Budaya adalah warisan budaya yang berwujud konkrit, dapat dilihat dan diraba oleh indra, mempunyai massa dan dimensi yang nyata. 

Contohnya batu prasasti, candi, nisan makam. Warisan budaya yang bersifat intangible seperti bahasa, tarian dan sebagainya tidak termasuk pada kategori Cagar Budaya.

Ada lima jenis Cagar Budaya, yaitu Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya. Pengertian dan kriteria masing-masing Cagar Budaya tersebut akan dibahas pada bahasan selanjutnya. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved