Gempa Bumi M2.8 Teluk Tomini Gorontalo-Sulut-Sulteng pada Rabu 14 September 2022

Gempa bumi M2.8 Skala Richter (SR) di Teluk Tomini antara Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah pada Rabu 14 September 2022.

Editor: lodie tombeg
BMKG Gorontalo
Infografis gempa bumi Teluk Tomini, Gorontalo pada Rabu 14 September 2022. Gempa bumi M2.8 Skala Richter (SR) di Teluk Tomini antara Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah pada Rabu 14 September 2022. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Gempa bumi M2.8 Skala Richter (SR) di Teluk Tomini antara Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah pada Rabu 14 September 2022.

Gempa bumi Teluk Tomini pukul 16.46 Wita, berada pada koordinat 0.26 lintang utara (LU),122.48 bujur timur (BT) atau 33 kilometer tenggara Kabupaten Boalemo, Gorontalo.

Berikut informasi gempa bumi oleh Badan Meteorologi dan Klimatologi (BMKG) Gorontalo:

Mag: 2.8 SR

Rabu 14 September 2022

Baca juga: Gempa Bumi M2.7 Teluk Tomini Gorontalo Minggu 11 September 2022

Pukul 16:46:11 Wita

Lokasi: 0.26 LU,122.48 BT (33 Km Tenggara Boalemo, Gorontalo)

Kedalaman: 132 Km

Gempa Tektonik di Landak Kalbar

Gempa bumi tektonik berskala magnitudo 3,1 mengguncang sebagian wilayah di Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Kalbar), Rabu (14/9/2022) pukul 11.45.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman Setyoajie Prayoedhie mengatakan, getaran dirasakan oleh beberapa orang, dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," kata Setyoajie dalam keterangan tertulis, yang diunggah dalam akun Instagram resmi BMKG Kalbar, Rabu siang.

Baca juga: Gempa Bumi M2.5 SR Gorontalo pada Jumat 9 September 2022

Setyoajie menyebut, hasil analisis BMKG, gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=3,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,85° LU; 110.04° BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 56 Km Timur Laut Kabupaten Landak, pada kedalaman 10 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar lokal," terang Setyoajie.

Setyoajie melanjutkan, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan dan belum ada laporan dampak kerusakan.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved