Brigadir J

Belum Ajukan Jadi Justice Collaborator Kasus Ferdy Sambo seperti Bharada E, Begini Alasan Bripka RR

Tak seperti Bharada E, Bripka RR belum ajukan diri jadi Justice Collaborator dalam kasus pembunuhan Brigadir J yang direncanakan Ferdy Sambo.

Penulis: Nina Yuniar | Editor: Ananda Putri Octaviani
YouTube KOMPASTV
Foto: Tersangka Ricky Rizal (Bripka RR) ajudan eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat melakukan proses rekonstruksi pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Selasa (30/8/2022). Kabarnya, Bripka RR hingga kini belum juga mengajukan diri untuk menjadi Justice Collaborator seperti Bharada E, begini alasannya. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Hingga kini Ricky Rizal (Bripka RR) tersangka kasus pembunuhan berencana Nofriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir J) belum juga mengajukan permohonan untuk menjadi justice collaborator.

Padahal, Richard Eliezer (Bharada E) yang juga menjadi tersangka pembunuhan Brigadir J di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo, telah mengajukan diri menjadi justice collaborator.

Bahkan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah menyetujui permohonan justice collaborator dalam kasus Ferdy Sambo-Brigadir J yang diajukan Bharada E tersebut.

Baca juga: Bharada E dan Bripka RR Kompak Bantah Skenario Ferdy Sambo, Bongkar Fakta soal Putri Candrawathi

Pengacara Bripka RR, Zena Dinda Defega mengungkapkan alasan kliennya tak kunjung mengajukan diri menjadi justice collaborator dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J ini ke LPSK.

"Sampai saat ini perkembangannya, kami belum mengajukan JC," sebut Zena, Selasa (13/9/2022) seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.

Pasalnya, kata Zena, Bripka RR hingga kini tak menerima ancaman atau tekanan selama proses hukum perkara pembunuhan berencana Brigadir J ini berlangsung.

"Karena sampai saat inipun dalam perkembangan perkara ini, belum ada juga penekanan maupun ancaman terhadap klien kami sehingga klien kami bilang belum perlu untuk mengajukan JC," jelas Zena.

Baca juga: Bripka RR Ungkap Kata-kata Terakhir Brigadir J sebelum Ditembak, Ogah Menuruti Perintah Ferdy Sambo

Lebih lanjut Zena menyebutkan bahwa Wakil Ketua LPSK Antonius Wibowo bahkan telah menghubungi pihaknya untuk menanyakan kelanjutan dari rencana pengajuan justice collaborator Bripka RR.

"Namun sampai saat ini, kami belum mengajukan (JC) dan merasa belum perlu," tutur Zena.

Meski demikian, Zena mengatakan bahwa kemungkinan pihak Bripka RR akan mengajukan justice collaborator di tahap selanjutnya seperti saat proses persidangan.

"Tapi tidak menutup kemungkinan nanti kita akan mengajukan JC, tapi kami masih lihat perkembangan nanti, mungkin di proses persidangan," ungkap Zena.

Baca juga: Tugas Bripka RR hingga Diduga Dapat Rp 500 Juta dari Ferdy Sambo, Awalnya Ditempatkan di Magelang

Janji Bongkar Skenario Ferdy Sambo

Diberitakan sebelumnya, Bripka RR kini telah berbalik arah melawan skenario Ferdy Sambo.

Zena menyebutkan bahwa Bripka RR akhirnya berbicara jujur tentang kasus penembakan di rumah dinas Ferdy Sambo yang menewaskan Brigadir J, setelah bertemu dengan keluarganya.

"Mungkin setelah ketemu keluarganya, setelah ketemu istrinya, setelah ketemu adik kandungnya, mungkin tersentuh hatinya," papar Zena, Sabtu (10/9/2022) seperti dilansir TribunGorontalo.com dari kanal YouTube KOMPASTV.

Menurut Zena, hati Bripka RR tersentuh dan sadar setelah diingatkan oleh adik dan istrinya untuk berbicara jujur.

"Karena diingatkan oleh keluarganya, 'jangan berbohong, terbukalah apa adanya, dan ingatlah anak," masih ingatlah ada keluarga yang ada di belakang RR," kata Zena.

(TribunGorontalo.com/Nina Yuniar)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved