Angin Puting Beliung Menggulung Lima Rumah Warga di Gorontalo
Angin puting beliung terekam berputar dari tengah sawah. Perlahan, lalu mulai mendekati permukiman warga.
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/12092022_angin-puting-beliung_Desa-Payu.jpg)
Laporan Sri Aprilia Mayang dari Kabupaten Gorontalo
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Angin puting beliung menggulung sedikitnya lima rumah warga Desa Payu, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Minggu sore (11/9/2022).
Ganasnya angin puting beliung sempat direkam oleh seorang warga. Video itu viral di Whatsapp grup.
Angin puting beliung terekam berputar dari tengah sawah. Perlahan, lalu mulai mendekati permukiman warga.
Atap dari seng tampak digulung ke atas awan. Warga sempat merekam atap-atap yang beterbangan bagai kapas tersebut.
Ketakutan dan kepanikan warga seakan menyelimuti desa. Doa-doa dilafalkan. Tampak warga berlari ke dalam rumah.
Hasyim Rivai, Camat Mootilango saat dikonfirmasi via telepon menjelaskan, angin puting beliung merusak rumah Ariyanto Lauje, Kartin Lagarutu, Usman Ajilahu, Kusman Ibrahim, dan Ibrahim Matolodula.
Total ada lima rumah. Kerusakan hanya meliputi atap rumah saja. Seng-seng yang terpaku, tercabut dan melayang. Seng bahkan jatuh 500 meter dari posisi rumah.
Karena atap rusak, praktis rumah warga tidak bisa ditinggali. Apalagi saat ini Gorontalo masih terus diguyur hujan.
“Meskipun tak ada korban jiwa, namun angin kencang merusak asbes rumah warga hingga tak bisa ditempati lagi.” kata Hasyim Rivai, Senin (12/9/2022).
Katanya, korban mengungsi di rumah kerabatnya. Makanan siap saji diberikan pihak pemerintah untuk membantu.
"Korban puting beliung sekitar 38 jiwa. Rata-rata atap seng rumah sampai dapur rusak,” kata dia. (*)