Stunting Bone Bolango Turun 4 Persen, Kampung Berkualitas dan Dashat Didorong Olah Tanaman Lokal

Dashat adalah program pemberdayaan makanan lokal untuk balita, baduta, dan batita. Program ini bertujuan menekan angka stunting tinggi

TribunGorontalo.com/AgungPanto
Bupati Bone Bolango di launching Kampung Berkualitas dan Dapur Sehat Atasi Stunting di Desa Wisata Lombongo Kabupaten Bone Bolango, Jumat (9/9/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bone Bolango - Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Dinsosp3appkb) Kabupaten Bone Bolango mencanangkan upaya penanganan dan pencegahan stunting jangka panjang dengan meresmikan Kampung Berkualitas dan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat).

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas, Lukman A Daud seusai kegiatan Launching Kampung KB, dan Dashat di tempat wisata Lombongo, Kabupaten Bone Bolango, Jumat (9/9/2022).

Dashat adalah program pemberdayaan makanan lokal untuk balita, baduta, dan batita. Program ini bertujuan menekan angka stunting yang tinggi di kabupaten Bone Bolango.

Diketahui, saat ini angka stunting di Kabupaten Bone Bolango berada di angka 21 persen, lebih rendah dari sebelumnya 25,9 persen bulan Juli 2022. Sementara, angka stunting Provinsi Gorontalo 29,5 persen.

Program itu berupaya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan bahan makanan dari tanaman lokal yang ada disekitar lingkungan yang dinilai lebih sehat.

"Tujuannya agar masyarakat memiliki makanan sehat dalam kehidupan sehari harinya. Seperti makanan olah yang ada di sekitar yang mudah didapatkan atau di sekitar lingkungan," kata Lukman kepada TribunGorontalo.com.

Dinsosp3appkb akan memperhatikan usia kawin, pengawasan kepada ibu hamil hingga melahirkan, serta penyiapan pasangan sehat.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Ahli Gizi Bone Bolango, Nurdin A Dali.

Meski tak asing bagi sebagian ibu-ibu rumah tangga, menurutnya langkah ini merupakan hal baru di Bone Bolango.

"Isi yang tertuang dalam (program) ini menggambarkan kekuatan ibu-ibu dalam rumah tangga dalam mengelola makan," kata Nurdin.

Masyarakat bisa memanfaatkan sumber daya lokal, yakni komoditi lokal yang dapat diolah jadi makanan sehat untuk pencegahan stunting.

 


(TribunGorontalo.com)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved