PEMPROV GORONTALO

Warga Gorontalo Diminta “Batanam Rica Sandiri”

Pemerintah Gorontalo melalui dinas pangan, meminta masyarakat menanam cabai. Instansi pun demikian, diminta secara mandiri

Penulis: Husnul Puhi |
TribunGorontalo.com/free
Rica atau cabai jadi salah satu komoditi yang kerap memicu inflasi di Gorontalo. Karena itu Pemerintah Provinsi Gorontalo meminta warganya batanam rica sandiri. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah mendorong warga Gorontalo “batanam rica sandiri” atau Barisa. Batanam rica sandiri artinya menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing. 

Gerakan mandiri pangan itu digalakkan untuk meredam gejolak inflasi. Diketahui, satu dari penyebab inflasi di Gorontalo adalah naiknya komoditas cabai. 

Pemerintah Gorontalo melalui dinas pangan, meminta masyarakat menanam cabai. Instansi pun demikian, diminta secara mandiri menanam lahan kosong dengan cabai. 

Seperti yang dilakukan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Gorontalo.

Gerakan tanam cabai ini merupakan salah tindak lanjut kebijakan pemerintah melalui Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer ke  sejumlah instansi vertikal.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sutan Rusdi  sangat mengapresiasi instansi yang telah menindaklanjuti program pemerintah provinsi dengan gerakan menanam cabai di BPKP.

“Mudah-mudahan ini  dapat diikuti oleh instansi vertikal lainnya, program gerakan tanam cabe ini juga telah dicanangkan oleh penjabat Gubernur Gorontalo dan akan dijabarkan ke kabupaten/kota untuk dilaksanakan,” ujar dia. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo Ronny Widijarto Purubaskoro mengungkapkan, instansinya akan terus merealisasikan penyedia bibit cabai sebagai bentuk dukungan program gerakan tanam cabai dengan menyediakan 15.000 bibit.

“Ini butuh proses, kami berkoordinasi dengan dinas pangan, dan sudah menginstruksikan pegawai pegawai Bank Indonesia untuk menanam cabai di kantor maupun di rumah,” kata Ronny.

Program ini, katanya, akan melihat hasilnya sesuai siklus musiman akhir tahun. Ia berharap akan berbuah baik dan mampu menekan gejolak harga, sehingga bahan pangan akan stabil.

Sementara itu Kepala Dinas Pangan Provinsi gorontalo Sutrisno menjelaskan instansinya terus melakukan road show ke OPD pemerintah daerah dan instansi vertikal untuk menggalakan gerakan tanam cabai ini.

Untuk itu Sutrisno telah menyiapkan 130.000 bibit cabai dan membentuk tim pelatihan atau pendamping untuk mengontrol, mengecek, pemeliharaan tanaman cabai yang sudah ditanam sampai hasilnya maksimal.

“Lebih keren lagi adalah meningkatkan martabat cabai di kalangan ibu rumah tangga dengan menanam di sekitar rumah, jangan hanya bunga yang ditanam di pot, cabai juga sudah harus ditanam dalam pot, sehingga cabai dianggap sebagai tanaman hias yang terus dipelihara dan bermanfaat bagi keluarga,”imbuhnya.

Sebagai tempat lokasi gerakan tanam instansi vertikal Kepala BPKP Provinsi Gorontalo Heru Tarsila menyatakan ia sangat antusias dan merespon positif dengan program gerakan tanam cabai di instansinya. Untuk itu ia menyiapkan lahan dan akan menjabarkan ke pegawai pegawai untuk menanam cabai di kantor maupun di rumah.

“Setidaknya ini akan membantu pengeluaran keluarga yang ujung-ujungnya menangani inflasi, apalagi saat ini ketambahan kenaikan BBM, tekanan semakin berat, ketahanan keluarga dalam program  menanam cabe ini sangat penting,”tambahnya.

Dalam kegiatan ini hadir Asisten III Bidang Administrasi Iswanta, Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Helly Manggundap, staf pegawai Dinas Pangan dan BPKP Provinsi Gorontalo. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved