Kericuhan di Stadion 25 Februari Pohuwato, Wasit dan Pemain Terancam Sanksi

Asprov PSSI Gorontalo menyerahkan semuanya kepada Komisi Disiplin. Biarkan komisi itu menyelesaikan masalah tersebut dengan adil. 

Penulis: Husnul Puhi |
TribunGorontalo.com/Ade Puhi
Lahmudin Hambali saat ditemui Tribun Gorontalo di Stadion 23 Januari, Telaga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Insiden baku pukul antara wasit dan pemain sepak bola di Stadion 25 Februari Pohuwato, sementara diselidiki Komisi Disiplin. 

Pihaknya kata Lahmudin Hambali Ketua Asprov PSSI Gorontalo, telah menyerahkan sepenuhnya penyelidikan insiden itu kepada Komisi Disiplin.

Bisa jadi, jika penyelidikan dan pemeriksaan nanti menemukan ada pelanggaran, Komisi Disiplin akan mengeluarkan sanksi kepada pelaku. 

"Soal kejadian itu, kami sudah serahkan ke komisi disiplin," ungkap Lahmudin saat ditemui Tribun Gorontalo di Stadion 23 Januari Telaga, Kamis (8/9/2022). 

Asprov PSSI Gorontalo menyerahkan semuanya kepada Komisi Disiplin. Biarkan komisi itu menyelesaikan masalah tersebut dengan adil. 

"Komisi disiplin tidak bisa diintervensi oleh pihak manapun, dan (sanksi) masalah itu akan ditentukan di persidangan nanti," lanjut Hambali.

Sebetulnya kata Lahmudin, dirinya menyayangkan kejadian tidak terpuji itu terjadi. Apalagi dalam perhelatan Liga 3. 

Menurut Lahmudin kejadian itu seharusnya tidak terjadi, secara Liga 3 merupakan liga yang resmi.

Semua yang menyangkut dengan insiden-insiden di lapangan, ada penanggung jawabnya kata dia. 

Sebelumnya pertandingan sepak bola antara PS Pohuwato vs Panua FC, berakhir ricuh, Senin (5/9/2022).

Pertandingan yang digelar di Stadion 25 Februari Pohuwato tersebut, sempat diwarnai aksi kejar-kejaran antara pemain dengan wasit.

Pemain Panua FC emosi kepada wasit karena dianggap curang. Wasit diduga membiarkan pelanggaran yang dilakukan pemain PS Pohuwato.

Kericuhan di stadion sepak bola terbesar di Pohuwato itu, sempat terekam dalam video berdurasi 3 menit.

Dalam tayangan video itu, pemain Panua Fc yang emosi memasuki lapangan sepak bola, usai wasit memberikan keputusan gol pada PS Pohuwato.

Keputusan gol diberikan, saat bola yang sudah berada di tangan penjaga gawang Panua FC, didorong oleh striker PS Pohuwato ke dalam gawang. 

Kondisi itu dinyatakan gol oleh wasit. Panua FC protes. Tak terima dengan keputusan wasit.

Karena emosi, wasit berseragam biru, jadi bulan-bulanan pemain Panua FC dan official tim. 

Satu pukulan bahkan berhasil lolos dan mendarat ke wajah wasit. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved