Demi Hidup Layak, Arso Merantau dari Purbalingga Jualan Es Dawet di Gorontalo

Pria berusia 39 tahun itu mengenakan kaos oblong dengan tas pinggang coklat. Tas itu paling sering dibawa sebagai tempat menaruh uang. 

Penulis: Apris Nawu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Arso, warga Purbalingga itu merantau ke Gorontalo sejak 2020. Alasanya demi bisa hidup layak. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Seperti biasa, sejak pagi Arso sudah berjualan di bibir Jl Cendrawasih, Kota Timur, Kota Gorontalo, Kamis (8/9/2022). 

Pria berusia 39 tahun itu mengenakan kaos oblong dengan tas pinggang coklat. Tas itu paling sering dibawa sebagai tempat menaruh uang. 

Arso, warga Purbalingga itu merantau ke Gorontalo sejak 2020. Alasanya demi bisa hidup layak.

Dua tahun di Gorontalo, Arso berjualan es dawet. Sembari melayani konsumen, ia bercerita omset setiap harinya berkisar Rp100 ribu.

Harga yang ia patok per porsi cukup murah. Hanya Rp5 ribu per gelas jumbo. 

"Menerima orderan kalau ada acara tertentu ada yang ingin memesan es dawet" kata Arso.

Ia bercerita, dulunya di Purbalingga bekerja serabutan. Apapun dikerjakannya asalkan menghasilkan uang. 

"Saya pendidikannya hanya tamatan SMP, jadi cita-citanya hanya suka punya usaha sendiri. Akhirnya memberanikan diri untuk merantau ke Gorontalo" ucapnya.

Arso bersyukur, lewat jualan es dawet ayu ini Ia bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan membantu orang lain.

"Sangat bersyukur setiap kebutuhan hari-hari terpenuhi, untuk anak sekolah juga dan bayar kost.” tuturnya Arso. 

Arso ke Gorontalo memboyong serta anak dan istrinya. Kini dari hasil jualan es, ia bisa membiayai sekolah SMP anaknya.

“Satu anak sudah SMA,” tukas Arso. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved