Herson Taha dan Pemain Tim Sepak Takraw Indonesia Hadiri Seleksi Digital Club
Herson Taha dan Pemain Tim Sepak Takraw Indonesia hadiri seleksi Digital Club.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Herson-Taha-pelatih-tim-sepak-takraw-Indonesia.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Herson Taha dan Pemain Tim Sepak Takraw Indonesia hadiri seleksi Digital Club.
Digital club merupakan wadah seleksi generasi bibit-bibit unggulan atlet Gorontalo untuk bersaing di kancah nasional. Seperti halnya Abdul Halim Hadju, pemain tim sepak takraw Indonesia dan Herson Taha.
Herson taha selaku pelatih tim sepak takraw Indonesia, mengaku senang melihat antusiasme generasi muda dalam menghadiri seleksi sepak takraw oleh Digital Club tersebut.
Diketahui, seleksi berlangsung di lapangan Digital Club, Jl Jeruk Kecamatan Wumialo, Kota Tengah, Kota Gorontalo.
Formasi Atlit yang diterima Digital club antara lain:
- Pro/nasional : 12 Atlet
- Amatir : 12 Atlet
- Junior : 5 Atlet
Baca juga: Herson Taha Targetkan Bawa Tim Sepak Takraw Indonesia Raih Medali Emas di Ajang Olimpiade
Herson mengatakan, sepak takraw satu-satunya cabang olahraga sudah memiliki prestasi di dunia.
"Ini pilihan tepat bagi mereka mengikuti seleksi ini, dan tentu ini menjadi motivasi, untuk berlatih dengan sungguh-sungguh," kata Herson kepada TribunGorontalo.com, Minggu (28/8/2022).
Herson berharap generasi sepak takraw Gorontalo mampu bersaing di kancah nasional.
"Banyak contoh yang bisa diambil, sudah banyak orang di Gorontalo, dengan sepak takraw mereka bisa jadi miliarder," ungkapnya.
Digital Club ini, lanjut dia, tergabung pemain Timnas asal Gorontalo peraih medali emas dan uang tunai Rp 1,5 Miliar di ajang Asian Games.
Terlebih lagi, kata Herson, untuk mencapai cita-cita sebagai abdi negara, bisa saja diraih jika generasi muda mampu berlatih sunggguh-sungguh.
"Jika berlatih hanya berpatokan pada pelatih, tentu jangan bermimpi cita-cita akan terwujud, "tukasnya.
kepada calon bibit sepak takraw, Herson berharap spirit generasi tidak pudar.
"Kalian senang, untuk berangkat sudah di sediakan pesawat, namun para pendahulu untuk masuk ke kanca nasional saja perjuangannya sungguh luar biasa," tutupnya. (*)