ESI Gorontalo
Ketum ESI Gorontalo Minta Anak-anak Tak Dilarang Main Game Online
Keberadaanya game online tak lagi dianggap musuh. Memainkannya tidak lagi bisa disebut buang-buang waktu.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Suryono, Ketum ESI (Esport Indonesia) Gorontalo meminta para orang tua tak mengkhawatirkan anaknya main game online.
Sebab, game online telah masuk kategori eSport atau olahraga elektronik.
Keberadaanya tak lagi dianggap musuh. Memainkannya tidak lagi bisa disebut buang-buang waktu.
Kini, pemain game online bisa disebut atlet eSport, jika memiliki kemampuan taktis yang baik.
“Bapak ibu sekalian mulai sekarang tidak usah khawatir dan tidak usah melarang jika putra putrinya main game (online).” ungkap Suryono.
Menurutnya, keberadaan eSport memberikan keleluasaan untuk anak-anak main game online. Sebab, “Ini olahraga prestasi,” tegas Suryono.
Sebelumnya, pada Sabtu 20 Agustus 2022 lalu, Suryono hadir pada puncak acara Festival Digital to Bumi Hulonthalo (Domino) bertajuk “Unleashing Gorontalo Digital Capability”.
Ia hadir sebagai Ketum ESI Gorontalo dan mengumumkan tiga juara E-Sport Competition 2022.
Tiga juara itu sebelumnya telah melibas 13 tim lainnya. Juara pertama dibawa pulang Barnes RM Intan, Juara 2 Syndrome Paramecia, dan Juara 3 Ras Sphinx.
“Esport sudah menunjukkan perkembangan yang sangat baik, seiring dengan kemajuan digitalisasi semua bidang, esport akan menjadi sangat populer di masa datang.” kata Suryono.
Ia berpesan, kepada juara E-Sport Competition 2022, agar terus berlatih. Menang dan kalah persoalan biasa. “tetaplah berlatih dan tidak meninggalkan kewajiban untuk belajar,” katanya.
Secara khusus, Suryono berterima kasih kepada Bank Indonesia (BI) Perwakilan Gorontalo yang terus mendukung pertumbuhan eSport.
Terutama, karena telah sukses menggelar Festival Domino. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/22082022_Esi-Gorontalo_.jpg)