Gempa Gorontalo
Gempa Bumi M3.6 SR di Teluk Tomini, Gorontalo-Sulteng Sabtu 20 Agustus 2022
Gempa bumi M3.6 SR di Teluk Tomini, Gorontalo-Sulteng dan gempa bumi M2.5 SR di Buol Toli-toli Sulteng.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/200822-gempa-teluk-tomini.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pascagempa bumi M5.7 Skala Richter (SR), Teluk Tomini kawasan Gorontalo, Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara kembali diguncang gempa pada Sabtu 20 Agustus 2022.
Gempa bumi M3.6 SR di Teluk Tomini, Gorontalo-Sulteng dan gempa bumi M2.5 SR di Buol Toli-toli Sulteng.
Gempa bumi M3.6 SR Teluk Tomini-Gorontalo berlangsung pada Sabtu hari ini pukul 13:05 Wita, sedangkan gempa M2.5 SR Buol Sulteng terjadi Jumat kemarin pukul 21.21.
Berikut informasi lengkap gempa yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo:
Sabtu 20 Agustus 2022
Pukul 13:05:02 (Wita)
Mag: 3.6 SR
Lokasi: 0.13 LS, 122.89 BT (70 Km Barat Daya Bone Pantai, Gorontalo)
Kedalaman: 20 Km
Jumat 19 Agustus 2022
Pukul 21:21:31
Mag:2.5 SR
Lokasi: 0.94 LU,121.61 BT (28 Km Tenggara Buol-Sulteng)
Kedalaman: 22 Km
Terasa di Gorontalo
Sebelumnya gempa M5.7 SR 0.31 Lintang Utara (LU) dan 124.41 Bujur Timur (BT) atau 47 kilometer Tenggara, Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara.
Gempa bumi M5.7 SR pukul 15:46:28 Wita berada pada kedalaman 155 Km. Gempa bumi dirasakan di Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah.
Dampak gempa bumi:
Kota Gorontalo,
Kabupatan Gorontalo,
Kabupaten Bone Bolango,
Bolaang Mongondow
Luwuk,
Bitung,
Kotamobagu,
Una-Una,
Kabupaten Gorontalo Utara,
Minahasa Utara,
Poso,
Ampana,
Masamba,
Luwu Utara.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,5.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,31° LU ; 124,41° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 2 Km arah Selatan Pinolosian Timur, Bolaang Mongondow Selatan, Sulawesi Utara pada kedalaman 162 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dan Bolaang Mongondow dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).
Daerah Luwu Timur dengan skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Daerah Luwuk, Bitung, Kotamobagu, Una-una, Minahasa Utara dan Taliabu dengan skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu).
Daerah Poso, Ampana dan Masamba dengan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).
Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Plt Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. (*)