Rabu, 11 Maret 2026

Real Madrid Tanpa Casemiro, Carlo Ancelotti Bisa Andalkan Trio MCK Baru

Real Madrid harus kehilangan satu pemain bintang, setelah Casemiro setuju pindah ke Manchester United musim panas ini.

Tayang:
zoom-inlihat foto Real Madrid Tanpa Casemiro, Carlo Ancelotti Bisa Andalkan Trio MCK Baru
Twitter
Carlo Ancelotti berbicara dengan Casemiro (kiri), dan Trio MCK Real Madrid di Final UEFA Super Cup. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Carlo Ancelotti harus kehilangan satu pemain bintang, setelah Casemiro setuju meninggalkan Real Madrid musim panas ini.

Selama 8 musim berseragam Real Madrid, Casemiro sudah memenangkan segalanya. Ia telah mempersembahkan 18 gelar di semua kompetisi. Dimana enam tropi diantaranya bermain di bawah asuhan Carlo Ancelotti.

Matteo Moretto mengatakan, Manchester United menawarkan Casemiro kontrak empat tahun (opsi tambahan satu tahun) beserta gaji lebih besar daripada Real Madrid. Carlo Ancelotti gagal meyakinkan sang pemain untuk bertahan.

Casemiro pasti sudah mempertimbangkan keputusannya. Pertama, kontraknya di Madrid akan berakhir tahun 2025. Setelah itu, Ia akan menerima perpanjangan kontrak satu tahun sesuai kebijakan Real Madrid untuk pemain berusia di atas 30 tahun. Kendala sering terjadi, kala pemain senior meminta kenaikan gaji, berpotensi tidak akan diperpanjang kontraknya.

Carlo Ancelotti mengganti Casemiro di laga perempat final melawan Chelsea
Carlo Ancelotti mengganti Casemiro di laga perempat final melawan Chelsea 

Sementara, Manchester United bersedia menawarkannya gaji lebih besar plus perpanjangan kontrak hingga 2027.

Kedua, Casemiro bisa berpetualang di klub barunya. Ia telah memenangkan segalanya di Madrid. Pindah ke Manchester United bukan penurunan karir sama sekali. Karena mereka berlaga di Liga terbaik dunia.

Real Madrid sepertinya sudah siap kehilangan gelandang terbaik mereka tersebut.

Berikut opsi taktik Carlo Ancelotti musim 2022/23:

Duo Camavinga-Tchouameni

Tanpa fans sadari, Ancelotti telah meracik taktik tanpa melibatkan Casemiro di dalamnya. Salah satunya, tandem Camavinga dan Tchouameni di pramusim dan laga terakhir melawan Almeria.

Camavinga bermain baik sebagai poros, dalam permainan di mana Casemiro tidak tersedia dan sekaligus sebagai gelandang tengah. Ia bakal bersinergi dengan Tchouameni.

Gaya permainan ini akan memperkokoh lini tengah Madrid ketika bertransformasi menjadi 4-4-2.

Jika Camavinga berperan sebagai orchestrator, Tchouameni akan fokus jadi anchorman. Begitu pun sebaliknya. Sementara Modric atau Kroos bisa bermain lebih menyerang.

Sama seperti yang mereka mainkan selama di timnas Prancis. 

Tchouameni bisa bermain sebagai nomor enam atau delapan. Ia mahir umpan-umpan diagonal atau switch-play. Layaknya permainan Toni Kroos.

Ancelotti bisa memanfaatkan kemampuan Tchouameni untuk mematahkan garis pertahanan tinggi. 

Ia senang memegang bola di lini tengah untuk menarik lawan ke arahnya dan menciptakan ruang kepada rekan setimnya di ruang antar lini. 

Taktik Ancelotti kerap membuat block press di satu sisi. Kemudian, ketika pemain lawan lengah, Los Blancos akan switch play guna mengeliminasi sisi pertahanan yang lemah.

Kemampuan intersepsi Tchouameni  berguna mematahkan umpan-umpan pendek lawan. Ia hanya perlu menit bermain banyak demi menyatu dengan pemain lain.

New Trio MCK

Formasi 4-3-3 telah menjadi pakem Real Madrid, dan juga digunakan Carlo Ancelotti sejak 2013/14.

Pemain yang pernah bermain sebagai poros di bawah asuhan Carlo Ancelotti adalah Xabi Alonso dan Casemiro.

Gaya kedua pemain itu sedikit berbeda. Xabi Alonso mengontrol alur permainan dan mendistribusikan bola dari dalam, sedangkan Casemiro lebih condong gelandang bertahan, mengandalkan umpan panjang. Tapi, Ia tidak terlibat dalam distribusi bola. Peran itu diserahkan kepada dua rekannya, Kroos dan Modric.

Setelah Casemiro keluar dari grup MCK. Ancelotti bisa membangun trio MCK baru. Kroos bisa mengambil peran Casemiro.

Sementara kombinasi Camavinga dan Modric di lini tengah akan memudahkan aliran bola. Baik Modric maupun Camavinga bisa memainkan umpan-umpan pendek dan mengatur sirkulasi.

New MCK
Modric, Camavinga dan Kroos (Real Madrid Official)

Kekurangan Camavinga ketika dipasang sebagai gelandang bertahan, Ia masih minim teknik tackling. Dalam beberapa kesempatan, mantan pemain Rennes itu diganjar kartu kuning.

Mungkin ini alasan Ancelotti menjadikan Camavinga starter atau memasukkannya di sepertiga akhir pertandingan, untuk meminimalisir 10 pemain di atas lapangan.

Kepergian Casemiro diharapkan dapat terus mengasah kemampuan Camavinga maupun Tchouameni. Sebab, gelandang bertahan adalah pemain pertama membaca alur transisi lawan. Pemosisian tidak tepat bisa beresiko membunuh barisan pertahanan sendiri.

Camavinga memang banyak membantu tim dalam menyerang, tetapi terkadang posisinya membuat Los Blancos rentan serangan balik.

Camavinga lebih cocok memerankan nomor 8 daripada nomor 6. Kehadiran Luka Modric dan Toni Kroos dibutuhkan memantapkan kualitas pemain Prancis tersebut. (*)

 

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved