Real Madrid

Real Madrid Temukan Dua Karakter Sergio Ramos dalam Diri David Alaba

Real Madrid baru saja mengawali La Liga dengan kemenangan, usai menaklukan Almeria lewat 2-1 berkat comeback David Alaba di menit 75.

Twitter
Mantan Kapten Real Madrid, Sergio Ramos dan David Alaba 

TRIBUNGORONTALO.COM - Real Madrid baru saja mengawali La Liga dengan kemenangan, usai menaklukan Almeria 2-1, berkat comeback David Alaba di menit 75.

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti memasukkan Alaba, setelah Luka Modric dilanggar di dekat kotak terlarang.

Saat itu, Real Madrid dalam kondisi imbang. David Alaba yang menggantikan Ferlan Mendy langsung mengambil tendangan bebas. Ia pun berhasil mengkonversi bola mati menjadi gol, berbuah keunggulan bagi Los Blancos.

Usai mencetak gol, Alaba dikerumuni rekan setimnya. Seusai laga, pemain 30 tahun itu mengakui, Ancelotti menyuruhnya menjadi eksekutor. Dan mengirimnya ke lapangan sesaat pelanggaran itu terjadi.

"Sebelum saya masuk, Ancelotti menyuruh saya mengambil tendangan bebas, karena saya akan mencetak gol," kata Alaba.

"Setelah gol. Dia (Ancelotti) berkata kepada saya: Lihat saya sudah bilang!" imbuhnya.

Melihat aksi pemain internasional Austria tersebut, mengingatkan kita pada mantan Kapten Los Blancos, Sergio Ramos.

Pemain yang kini bermain untuk PSG tersebut kerap dipercayakan mengemban tugas bola mati seperti penalti atau tendangan bebas jarak dekat.

Ahli Bola Mati

Sejak kepergian Cristiano Ronaldo, tugas bola mati terutama penalti kerap diambil Sergio Ramos.

Bahkan dalam beberapa kesempatan, Ramos mampu mencetak gol tendangan bebas. Seperti yang dilakukan sang pemain saat melawan Mallorca, pada musim terakhirnya berseragam Los Blancos.

Sergio Ramos Free Kick
Gol tendangan bebas Sergio Ramos ke gawang Mallorca, di La Liga musim 2019/2020.

Keahlian Ramos memang bukanlah free kicker. Sebaliknya, Ia merupakan Sweeper yang handal dalam bola-bola atas. Tak heran, jika selama dia berseragam Los Blancos, pemain berambut gondrong ini telah mencetak lebih 100 gol.

Jika Ramos sweeper ahli bola atas tapi kurang mahir tendangan bebas, Alaba justru sebaliknya. Ia memang bukan tipikal bek yang mampu bersaing sebagai header mematikan. Namun, skill tendangan bebasnya sudah terbukti sejak Ia membela Bayern Munchen.

Faktanya, David Alaba mengukir rekor sebagai free kicker terbaik dalam sejarah Bayern Munchen. 

“Saya mulai melatih tendangan bebas saya sejak usia muda,” kata bek kiri Bayern awal tahun ini. “Mehmet Scholl adalah pelatih saya di tim cadangan, dan dia meluangkan banyak waktu untuk saya. Dia benar-benar membantu saya memperbaiki teknik saya,” ujar Alaba, dikutip dari situs resmi Bundesliga.

Los Blancos akhirnya menemukan eksekutor, setelah bertahun-tahun tidak memiliki penendang bebas tetap. Sejak musim 2018/19, pengambil tendangan bebas Real Madrid kerap berganti-ganti. Mulai Gareth Bale, Sergio Ramos, Toni Kroos, Marco Asensio, bahkan Rodrygo Goes.

Padahal, free kick merupakan jalan paling efektif mencuri keunggulan, kala menghadapi tim yang sulit dibobol lewat open play. 

Jiwa Pemimpin

David Alaba tidak hanya cerdas dalam tendangan bebas. Ia juga merupakan pemain berjiwa kepemimpinan tinggi.

Itu bisa terlihat, pada musim lalu betapa Ia langsung menyatu dengan tim. Ia juga kerap tertangkap kamera mengarahkan Militao dan pemain lain di barisan pertahanan.

Layaknya Sergio Ramos, Alaba salahsatu pemain paling bergairah saat Madrid mencetak gol.

Momen pemain 30 tahun mengangkat kursi kini menjadi ikonik. Dan kerap dirayakan para pemain lain, terutama setelah menjuarai La Liga ke-35 mereka.

Alaba La Liga
David Alaba dan pemain Real Madrid

Di depan ribuan penggemar, Alaba mengangkat kursi putih diiringi riuh sorak dan tepuk tangan pemain Los Blancos lain.

Fede Valverde beberapa waktu lalu mengakui, Alaba telah menjadi pemimpin ruang ganti tim.

"David Alaba adalah pemimpin kami sejak hari pertama Ia datang," kata Fede.

Kehadiran Alaba memberikan spirit baru bagi Real Madrid. Ia langsung mendapat kepercayaan Carlo Ancelotti di lini belakang.

Ia memberikan pengaruh di lapangan, memotivasi para pemain ketika kondisi tertinggal, sekaligus memimpin barisan pertahanan. Sama persis dilakukan Sergio Ramos.

Di lini belakang pertahanan ideal Ferland Mendy, David Alaba, Eder Militao, dan Dani Carvajal. Dia paling berpengalaman dalam kepemimpinan.

Terlepas dari musim pertama Eder Militao dan David Alaba sebagai bek tengah, Real Madrid sudah kebobolan 12 gol dalam 10 pertandingan.

Pemain Austria dan Brasil itu perlahan-lahan menemukan chemistry. Real Madrid hanya kebobolan 6 gol dalam 8 pertandingan pada pekan berikutnya. 

Statistik musim lalu menunjukkan, Kapten timnas Austria itu rata-rata melakukan 1,2 tekel dan berhasil membuat 2,8 sapuan di setiap pertandingan yang ia mainkan di LaLiga.

Dia membuat 0,8 intersepsi dan tidak mudah untuk menggiring bola melewatinya karena dia digiring melewati 0,5 kali pertandingan. Tetapi, ada hal-hal tak berwujud tertentu yang tidak ditunjukkan oleh statistik.

Seperti halnya Sergio Ramos, pengaruh Alaba pada permainan tidak hanya berdasarkan kemampuan bertahannya, tetapi kehadirannya saja sudah cukup untuk membuat perbedaan.

Dia sosok pemimpin tim dan jenderal pertahanan. Dia biasa memotivasi semua pemain untuk berdiri kuat dan memberikan segalanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved