Trafficking Gadis Manado

Polisi Gorontalo Pulangkan Tiga Gadis Remaja Manado Korban Trafficking

Polres Gorontalo Kota akan memulangkan M dan MR ke keluarga di dua kelurahan Kota Manado, sedangkan V dipulangkan ke kampungnya di Amurang, Minsel.

Penulis: Apris Nawu | Editor: lodie tombeg
TribunGorontalo.com/Apris Nawu
Dua tersangka trafficking SK (28) dan ML (22) asal Kabupaten Minahasa. Polres Gorontalo Kota akan memulangkan M dan MR ke keluarga di dua kelurahan Kota Manado, sedangkan V dipulangkan ke kampungnya di Amurang, Minsel. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tiga gadis remaja asal Kota Manado M (15) dan MR (16), kemudian V (14) asal Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara yang jadi korban trafficking akan dipulangkan dari Kota Gorontalo ke keluarga di Sulut.

Polres Gorontalo Kota akan memulangkan M dan MR ke keluarga di dua kelurahan Kota Manado, sedangkan V dipulangkan ke kampungnya di Amurang, Minsel.

Ketiga gadis remaja Manado ini sebelumnya dipekerjakan sebagai pelayan di kafe Gorontalo. Mereka direkrut dua tersangka SK (28) dan ML (22) asal Kabupaten Minahasa.

Sebelumnya dilaporkan, Polres Gorontalo Kota membongkar kasus perdagangan tiga gadis Manado. Mereka dipekerjakan sebagai pelayan kafe di Kota Gorontalo.

Kasus trafficking atau perdagangan tiga gadis Manado ini melibatkan dua tersangka
SK dan ML.

Tiga gadis Manado ini sekira tiga bulan sudah bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe di Kota Gorontalo. Kasus ini baru terungkap pada Minggu (14/8/2022).

"Kita akan pulang ketiga korban kepada korban di Manado dan Amurang," kata Kapolres Gorontalo Kota AKBP Ardi Rahananto didampingi Kasat Reskrim Iptu Mohamad Nauval Seno saat konferensi pers di Mapolres Gorontalo Kota, Selasa (16/8/2022).

Kapolres menjelaskan awal terbungkarnya kasus trafficking tiga gadis remaja Manado ini.

Kata Kapolres, polisi mendapatkan informasi ada tiga gadis remaja atau anak di bawah umur yang dipekerjaan di satu kafe di Kota Gorontalo.

Polisi kemudian mendatangi kafe tempat ketiga gadis remaja asal Manado itu bekerja. Ternyata benar informasi dari masyarakat.

Dari hasil pengembangan kasus, polisi kemudian menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka. SK dan ML berperan dalam kasus ini.

Keduanya berpesan menjemut para korban dari Manado dan Amurang lalu diantar ke Gorontalo. Para korban kemudian dipekerjakan di sebuah kafe.

Tiga remaja ini bekerja melayani tamu kafe. "Jadi mereka melayani tamu seperti menyiapkan makanan dan minuman," kata Kapolres Ardi.

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 88 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 yang berbunyi:

Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun atau denda Rp 200 juta.

Pasal 76 huruf I:

Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyusuh melakukan atau turut serta melakukan eksplorasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak.

(*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved