Budaya Gorontalo

Apa itu Tujai? Tradisi Lisan yang Menjadi Budaya Gorontalo

Lalu dalam perkembangannya, tujai yang merupakan budaya Gorontalo ini, ditujukan kepada orang yang dihormati, yang ditinggikan atau juga kepada orang

Penulis: Wawan Akuba | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Dulunya, budaya Gorontalo yang merupakan puisi bersajak ini, dipakai untuk memuja raja Olangia atau ta u dudulaqa (pembesar). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tujai adalah tradisi lisan yang menjadi budaya Gorontalo. 

Dulunya, budaya Gorontalo yang merupakan puisi bersajak ini, dipakai untuk memuja raja Olangia atau ta u dudulaqa (pembesar)

Lalu dalam perkembangannya, tujai yang merupakan budaya Gorontalo ini, ditujukan kepada orang yang dihormati, yang ditinggikan atau juga kepada orang yang disayangi.

“Tuja’I merupakan salah satu ragam sastra yang berbentuk puisi yang merupakan media untuk mengekspresikan rasa hormat atau pun rasa sayang, nasihat dan petuah terhadap seseorang,” tulis Lily EN Saud dalam situs kebudayaan Kemendikbud yang dikutip Sabtu (13/8/2022). 

Kata dia, isi tujai begitu sakral, sehingga tidak heran menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan upacara adat, khususnya pada upacara adat perkawinan, penobatan raja dan penganugrahan gelar adat.

Ciri tujai di antaranya Ngoqayu yang dapat dikatakan bentuk yang merupakan satu kebulatan struktur dari baris awal sampai baris akhir.

Nani Tuloli, seorang guru besar dan sejarawan di Gorontalo menyebut, tidak ada pembagian sampiran dan isi seperti pada pantun, melainkan keseluruhan baris menjadi  kesatuan isi tuja’I tersebut.

Selain digunakan dalam perkawinan, tujai juga digunakan pada upacara adat Pohutu Momulanga (Penobatan) dan Pulanga (Pemberian Gelar Adat).

Jika diperhatikan, sebetulnya tujai dalam upacara adat berisi makna yang dalam. Itu kenapa tujai disebut sebagai penghormatan teradap raja dan para bangsawan berserta keluarganya.

Karena itu disebut, tidak semua orang boleh membawakan tujai dalam upacara. Sebab biasanya hanya Baate atau pemangku adat. 

Dulu, Baate adalah jabatan pembantu raja yang disegani, sehingga nasihat dan aturan yang dibuat selalu didengar dan dipatuhi. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved