Pemkot Gorontalo

Kota Gorontalo Dinobatkan Jadi Kota Layak Anak

Memang, demi mendapatkan status Kota Layak Anak, Kota Gorontalo terus melakukan kebijakan yang serius. 

Penulis: Apris Nawu | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/free
Setelah berbagai upaya, Kota Gorontao akhirnya bisa meraih predikat Kota Layak Anak. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah pusat menobatkan Kota Gorontalo sebagai Kota Layak Anak. Ini merupakan penghargaan membanggakan untuk ibu kota provinsi tersebut.

Adapun penghargaan itu diberikan karena Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo membuat kebijakan dan program sesuai persyaratan indikator standar yang ditetapkan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dalam pemenuhan hak-hak anak.

"Indikator Kota Layak Anak yang dievaluasi oleh Kementerian mampu kita penuhi. Alhamdulillah usaha yang sudah dilaksanakan berhasil. Kita bisa menjadi Kota Layak Anak," ujar Kepala Dinas PPKB-P3A Kota Gorontalo Eladona Sidiki ketika diwawancarai, Jumat (05/08/2022).

Memang, demi mendapatkan status Kota Layak Anak, Kota Gorontalo terus melakukan kebijakan yang serius. 

Terdapat 24 indikator yang setiap tahun dievaluasi oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Indikator itu dievaluasi untuk melihat sejauh mana keberpihakan kebijakan dan program yang dilaksanakan Pemkot Gorontalo.

Lima klaster kebijakan di antaranya pemenuhan hak sipil dan kebebasan anak, pemenuhan hak anak atas lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, pemenuhan hak anak atas kesehatan dan kesejahteraan, pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya serta perlindungan khusus anak.

Menurut Eladona, klaster-klaster tersebut mampu dipenuhi dengan baik. Sebagai contoh, dalam pemenuhan hak sipil anak di Kota Gorontalo, anak-anak bisa mendapatkan pelayanan yang maksimal terkait dokumen kependudukan. Hal yang sama pada soal keamanan dan pendidikan yang bisa dipenuhi dengan baik. 

Begitu juga kebijakan lintas sektor, program dan anggaran yang digelontorkan hingga pembangunan infrastruktur dan sarana-prasarana publik selalu memperhatikan hak-hak anak.

"Termasuk pula terdapat kawasan tanpa rokok. Ini sangat penting," katanya. 

Eladona mengungkapkan, sejak tahun 2016, Kota Gorontalo setiap tahun mengikuti evaluasi KLA. 

Namun, sebelumnya, terdapat beberapa persyaratan yang belum memenuhi standar. 

Dari hasil itu, perbaikan pun terus dilakukan. Pemkot Gorontalo membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari perbankan, perguruan tinggi, media massa, BUMD, instansi vertikal hingga lembaga masyarakat agar upaya menuju KLA bisa lebih maksimal. 

Hasilnya, seluruh indikator bisa dipenuhi berdasarkan pembuktian nyata di lapangan. 

"Awal Juni kemarin, sudah dilakukan evaluasi mandiri. Hasilnya kita mendapatkan nilai plus dan pantas menjadi Kota Layak Anak." jelas Eladona. Adv (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved