Rabu, 11 Maret 2026

Brigadir J

Jumat Misteri Duren Tiga: Membisu 'Saksi Bisu' Penembakan Brigadir J dan Pelecehan Istri Ferdy Sambo

Drama kasus Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisahkan teka-teki. Hingga hari ke-29 pasca kematian Brigadir J, tak ada saksi.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Jumat Misteri Duren Tiga: Membisu 'Saksi Bisu' Penembakan Brigadir J dan Pelecehan Istri Ferdy Sambo
Kolase TribunGorontalo.com
Foto Brigadir J, Ferdy Sambo dan istrinya PC. Drama kasus Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisahkan teka-teki. Hingga hari ke-29 pasca kematian Brigadir J, tak ada saksi langsung melihat penembakan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Drama kasus Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J masih menyisahkan teka-teki. Hingga hari ke-29 pasca kematian Brigadir J, tak ada saksi langsung melihat penembakan.

Begitu juga saksi langsung soal dugaan pelecahan. Meski begitu, baik kasus pembunuhan maupun dugaan pelecehan sudah naik status menjadi penyidikan.

Bharada E telah jadi tersangka pembunuhan Brigadir J. Sedangkan kasus dugaan pelecehan tak dapat dituntut lantaran terduga pelaku Brigadir J telah meninggal dunia.

'Saksi biru' CCTV yang merekam kejadian sebenarnya di rumah dinas dalam kondisi dirusak alias membisu. Akankah tragedi Brigadir J tetap misteri? Simak penjelasan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Bareskrim Polri.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik kembali mengurai dan mengoreksi kronologi atau cerita detik-detik misteri tragedi Duren Tiga.

Komnas HAM apa yang terdeteksi atau rekaman CCTV dari berbagai lokasi di rumah pribadi hingga rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat 8 Juli 2022.

Ungkap Tabir Jumat Misteri

Jumat (8/7/2022)

Pukul 15.28 WIB

1) Ferdy Sambo mengenakan seragam polisi bersama satu ajudan mendatangi rumah pribadi di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan

2) Ferdy Sambo menuju ruang istirahat

Pukul 15.30-15.32

Rombongan ibu PC, istri Ferdy Sambo (Bharada E, Brigadir J, ada ART dan beberapa orang) tiba di rumah pribadi setelah melakukan perjalanan dari Magelang

Rombongan tes PCR di halaman belakang rumah. Melakukan tes PCR satu persatu, termasuk Putri, Bharada E dan Brigadir J.

Pukul 16.07

Tes PCR selesai 

Pukul 16.31

Para ajudan termasuk Bharada E dan Brigadir J berkumpul bersama dalam keadaan santai

Brigadir J menelpon kekasihnya, Vera Simanjuntak

Pukul 17.01

Rombongan istri Ferdy Sambo meninggalkan rumah pribadi untuk menuju ke rumah dinas Sambo yang berjarak sekitar 500-700 meter

Rombongan naik ke mobil menuju ke rumah dinas itu sebagai TKP

Beberapa menit kemudian

Ferdy Sambo keluar dari rumah pribadi dan pergi berlain arah dengan rombongan istrinya

Mobil Ferdy Sambo kembali memutarbalik karena diduga mendapat telepon dari istrinya terkait peristiwa penembakan itu

(CCTV ga bisa menjelaskan apa-apa, hanya keterangan penyidik)

Istri Ferdy Sambo pergi meninggalkan rumah dinas dan kembali ke rumah pribadi

Ibu PC terlihat menangis didampingi ada satu dua orang yang di belakang

Komnas HAM menyatakan telah menemukan percakapan berkaitan kasus kematian Brigadir J. Percakapan pada 10 dari 15 ponsel.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan telah mendapatkan percakapan digital, foto, dokumen, kontak, dan akun setelah melakukan pemeriksaan.

Temuan baru Komnas HAM yang menyatakan Irjen Ferdy Sambo tiba di Jakarta sehari sebelum penembakan Brigadir J. Mengoreksi pernyataan Sambo tiba pada hari yang sama dengan Brigadir J Jumat 8 Juli 2022.

Ketua Komnas HAM Taufan Damanik mengatakan temuan itu diketahui dari bukti tiket pesawat yang dipesan Sambo. Taufan juga mengungkapkan bahwa Sambo berangkat dari tempat yang berbeda dengan rombongan istrinya, Putri, Bharada E, dan Brigadir J.

"Sebelumnya kami katakan tanggal 8, tapi data yang berikutnya kami dapatkan valid sekali, dari tiket yang kami dapatkan itu tanggal 7 pagi," kata Taufan.

Komnasa HAM mengungkapkan Brigadir J dan ajudan lainnya sempat ikut merayakan hari ulang tahun pernikahan Ferdy Sambo dan PC di Magelang.

Taufan juga menyebut mereka sempat berfoto bersama, sehingga terlihat seakan tidak ada masalah di antara semua yang hadir.

Intinya menggambarkan di Magelang baik-baik saja tidak ada masalah.

Komnas HAM juga masih belum dapat memastikan adanya dugaan pelecehan seksual dalam kasus kematian Brigadir J. Damanik menjelaskan pihaknya belum mendapat temuan atau kesaksian yang dapat membuktikan hal tersebut.

Saksi yang menyaksikan penodongan itu tidak ada. Komnas HAM belum bisa meyakini apa terjadi pelecehan seksual atau tidak.

Komnas HAM menegaskan tetap mengacu pada standar internasional penanganan kasus kekerasan seksual dengan tetap memperlakukan pengadu sebagai korban.

Komnas HAM masih kesulitan memeriksa istri Sambo, PC selaku korban karena saat ini masih dalam perawatan psikolog.

Tidak Ada Saksi saat Penembakan

Taufan menegaskan bahwa tidak ada saksi yang menyaksikan penembakan Brigadir J secara langsung. Temuan tersebut diperkuat dengan keterangan ajudan lain bernama Ricky yang mengaku tidak melihat secara langsung peristiwa saling tembak tersebut.

"Sama dengan Bharada E, ini kan baru keterangan Bharada E sendirian yang kemudian diperkuat oleh keterangan Ricky yang juga berada di lantai bawah. tetapi Ricky sebenarnya tidak melihat langsung tembak menembak itu," kata Taufan.

"Dia (Ricky) katanya melihat Yosua mengacungkan senjata. Kemudian ketika ada suara tembakan dia sembunyi, jadi dia enggak tahu sebenarnya lawan tembaknya Yosua itu siapa menurut kesaksian dia," lanjut Taufan.

Berdasarkan penjelasan Taufan, Ricky baru keluar setelah suara tembakan berhenti. Ia lalu mendapati Brigadir J telah tertelungkup, diikuti Bharada E yang turun dari tangga.

Berbagai perkembangan dan juga tindakan telah diambil oleh Polri, termasuk penetapan Bharada E sebagai tersangka.

Namun meskipun demikian, penyidikan kasus adu tembak Brigadir J dan Bharada E ini sempat kandas dan terkendala.

Hal itu disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

Ia mengakui ada kendala dalam mengusut kasus penembakan Brigadir Yosua Yang terjadi di rumah Irjen Ferdy Sambo di kompleks Duren Tiga, Jakarta Selatan pada Jumat, 8 Juli 2022 silam.

“Tentunya memang kendala daripada upaya pembuktian adalah adanya barang bukti yang rusak atau dihilangkan. Sehingga membutuhkan waktu untuk mengungkap tuntas kasus ini,” kata Agus di Mabes Polri, Jakarta pada Kamis 4 Agustus 2022 malam. (*)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved