Barcelona Kesal pada Martin Braithwaite Enggan Tinggalkan Klub, Ternyata Ini Alasan sang Pemain
Terancam gagal mendaftarkan para pemain barunya, Barcelona kesal dengan striker Martin Braithwaite, karena tak kunjung meninggalkan klub
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/De-Jong-dan-Braithwaite.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Terancam gagal mendaftarkan para pemain barunya, Barcelona kesal dengan striker Martin Braithwaite, karena tak kunjung meninggalkan klub pada musim panas ini.
Bagaimanapun juga, Barcelona masih memiliki hutang pemotongan gaji pada Martin Braithwaite. Sehingga hal itu memicu keinginan sang pemain menagih haknya, sebelum Ia meninggalkan klub.
Barcelona dilaporkan masih ingin mendatangkan pemain seperti Bernardo Silva dan Marcos Alonso. Kepergian Martin Braithwaite dan Frenkie De Jong diharapkan dapat mewujudkan langkah Barca tersebut.
Sementara itu, perekrutan Robert Lewandowski, Raphinha, Jules Kounde, Andreas Christensen dan Franck Kessie membuat pengeluaran dan gaji maksimum Barcelona meningkat drastis pada musim panas ini.
Menurut Sport, raksasa Spanyol ingin Braithwaite pergi, dengan sang striker telah menerima bahwa dia tidak memiliki peran dalam tim dan siap untuk pergi.
klub Leganes berada dalam daftar peminat penyerang Denmark tersebut.
Klub berharap bahwa mereka dapat menyetujui paket kompensasi untuk pemain, tetapi dia ingin dibayar penuh dua tahun gajinya.
Lebih masuk akal bagi klub untuk mencapai kesepakatan dengan pemain, yakni membayar dua musim gajinya. Jika tidak, upahnya akan diperhitungkan dalam batas upah La Liga mereka untuk dua musim ke depan.
Selain itu, Braithwaite bukanlah pemain yang masuk dalam rencana Xavi Hernandez.
Ini menjadi untuk kesekian kalinya, Barcelona kesal pada pemainnya di masa sulit.
Pada musim sebelumnya, salah satu dari empat kapten mereka, karena menolak untuk mengambil pemotongan gaji di tengah masalah keuangan klub.
Baca juga: Barcelona Siapkan Dana 67 Juta Poundsterling untuk Bek Liverpool Trent Alexander-Arnold
Hal itu membuat klub terpaksa tidak dapat mendaftarkan Lionel Messi, yang menyebabkan kepergiannya ke PSG.
Menurut AS, salahsatu kapten yang dimaksud itu adalah Jordi Alba, yang tidak setuju untuk mengurangi gajinya, dengan kontraknya saat ini berjalan hingga 2024. (*)