Kamis, 12 Maret 2026

Kopda Muslimin

Drama usai Kematian Kopda Muslimin: Surat Wasiat hingga Titip Pesan Mengharukan

Kopda Muslimin menulis surat wasiat buat anak dan istrinya. Kepada sahabat, juga menitip pesan haru untuk menjaga anak-anaknya.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Drama usai Kematian Kopda Muslimin: Surat Wasiat hingga Titip Pesan Mengharukan
Kolase TribunGorontalo.com
TNI dan Polri mengangkat kantor jenazah dan foto Kopda Muslimin semasa hidup. Kopda Muslimin menulis surat wasiat buat anak dan istrinya. Kepada sahabat, juga menitip pesan haru untuk menjaga anak-anaknya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Cerita cinta segitiga Kopral Dua (Kopda) Muslimin berujung kematian sang prajurit TNI belum berakhir.

Ada kisah lanjutan surat wasiat dan titip pesan haru jaga anak-anak setelah Kopda Muslimin ditemukan meninggal dunia diduga minum racun di rumah orangtuanya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng), Kamis 28 Juli 2022. 

Kopda Muslimin menulis surat wasiat buat anak dan istrinya. Kepada sahabat, juga menitip pesan haru untuk menjaga anak-anaknya.

Penyidik TNI dan Pomdam IV Diponegoro temukan surat wasiat Kopda Muslimin untuk keluarganya sebelum meninggal dunia.

Wadan Pomdam IV Diponegoro Letkol CPM Muhammad Choirun mengatakan, penyidik menemukan surat wasiat tersebut di dalam saku celana Kopda Muslimin.

"Kita temukan saat evakuasi di rumah orangtuanya," kata Choirun saat dikonfirmasi, Selasa (2/8/2022).

Di surat wasiat tersebut, tertulis untuk anaknya. Pihaknya tak mengetahui isi dari surat wasiat tersebut karena sifatnya privasi untuk anak Kopda Muslimin.

"Isi surat kami tak tau, itu sifatnya privasi untuk keluarga," ujarnya. Selain itu, pihaknya juga sudah menyerahkan surat wasiat tersebut kepada keluarga Kopda Muslimin yang diwakili oleh ibu mertua dan ibu kandung Kopda Muslimin.

Baca juga: Cerita Lengkap Kopda Muslimin: Terjerat Cinta Segitiga, Otak Pembunuhan Istri hingga Dijemput Maut

"Sudah kita serahkan Senin kemarin," imbuhnya.

Surat wasiat Kopda Muslimin diterima oleh Windarti, ibu dari Rina Wulandari yang juga mertua dari Kopda Muslimin.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, Kopda Muslimin mendatangi rumah orangtuanya pada Kamis sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat bertemu orangtuanya, Kopda Muslimin sempat meminta maaf. Berdasarkan keterangan orangtua kepada polisi, Kopda Muslimin mengaku khilaf atas perbuatannya.

Orangtuanya lantas meminta Kopda Muslimin untuk menyerahkan diri. Sebelum ditemukan meninggal dunia di kamar, Kopda Muslimin sempat muntah-muntah.

Lalu, pada pukul 07.00 WIB, ayah Kopda Muslimin mendapati putranya sudah meninggal. “Yang pertama mengetahui, Bapak Mustakim, ayah Kopda Muslimin. Ia meninggal di kamar,” ujarnya, Kamis.

Kasus kematian Kopda Muslimin ini menjadi sorotan. Sehari berselang atau pada Jumat (29/7/2022), viral di media sosial video seseorang bernama Kabul sedang berbicara lewat telepon dengan pria diduga Kopda Muslimin.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @infokomando.official tersebut, terdapat keterangan yang menyebutkan bahwa video itu direkam pada 19 Juli 2022.

Kabul, pria yang dalam unggahan itu disebut pekerja di rumah Kopda Muslimin, meminta supaya sosok yang diduga Kopda Muslimin itu untuk pulang karena anak-anaknya membutuhkan dirinya.

"Wis telat, Bul, nek aku bali (Sudah telat, Bul, kalau aku pulang)," ucap pria tersebut sambil menangis, dikutip dari Tribunnews.

Sosok diduga Kopda Muslimin itu kemudian meminta agar Kabul menjaga anak-anaknya. "Kamu jadi om yang baik ya, Bul, buat mereka, Bul," ungkapnya.

Namun, Kabul mengaku bahwa dirinya tidak kuat bila tidak ditemani oleh pria itu. "Iya Bapak pulang, kalau nggak ada Bapak, ya ndak kuat saya, Pak," tutur Kabul.

Pria yang diduga Kopda Muslimin itu kemudian sempat mengungkapkan permasalahannya dengan istrinya.

"Aku wis nyerah, Bul," terang pria tersebut. Di akhir percakapan, pria itu menyampaikan bahwa dirinya tak bisa pulang kembali.

Mendengar itu, Kabul pun kembali mengajak pria tersebut untuk pulang.

Komandan Polisi Militer Kodam IV/Diponegoro Kolonel CPM Rinoso Budi membeberkan, Kopda Muslimin meninggal karena keracunan.

Di jasadnya juga tidak ditemukan luka akibat kekerasan fisik, baik benda tajam maupun tumpul. Walau demikian, Rinoso mengungkapkan bahwa pihaknya masih membutuhkan pemeriksaan penunjang patologi anatomi.

Drama Penembakan

Berikut rangkuman perjalanan kasus Kopda Muslimin hingga berakhir dengan kematian. Ceritanya dibagi dalam beberapa bagian.

Mulai rencana pembunuhan istri, eksekusi penembakan hingga pelarian dan dugaan oknum prajurit TNI mengakhiri hidup.

Penyebab Kopda Muslimin melakukan serentetan aksi diduga lantaran 'terjerat' cinta yang baru seumur jagung dengan selingkuhannya berinisial R.

Rencanakan dan Eksekusi Tembak Istri Sendiri

Berdasarkan penjelasan Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi teka-teki penembakan istri prajurit TNI di Kota Semarang, Rina Wulandari (34), melibatkan empat pelaku penembakan dan satu orang penyedia senjata.

Suami Rina sendiri, yakni Kopda M menjadi otak atau dalang rencana pembunuhan.

- Jumat, 15 Juli 2022 20.00 (Wita)

Tersangka S bertemu D, tersangka lain, terkait transaksi senjata di kos Sugiono.

- Senin 18 Juli 2022 

Pukul 09.00 

Para pelaku menyusun rencana penembakan bersama Kopda Muslimin.

Pukul 12.38

Para pelaku membuntuti korban saat menjemput anak dari sekolah

Pukul 12.47

Pelaku menembak korban dengan jarak 1 meter ke arah perut korban sebelah kiri dan tembus ke arah kanan

Pukul 12.48

Setelah mendapatkan informasi dari Kopda Muslimin bahwa korban masih hidup, pelaku kemudian putar balik untuk menembak korban kedua kalinya.

Tembakan dari jarak 2-3 meter itu mengenai perut korban dan proyektil bersarang di perut.

Pukul 12.48 WIB

Setelah melakukan penembakan, para pelaku berpencar dan menuju rumah di daerah Sayung, Kabupaten Demak

Usai Penembakan

Kopda Muslimin membawa korban ke RS Hermina Semarang

Pukul 14.00

Tersangka P dan S menemui Muslimin di Indomaret samping RS Hermina untuk meminta upah sebesar Rp 120 juta.

Kopda Muslimin meminta tim eksekutor untuk menembak istrinya kembali, lantaran pada tembakan kedua korban tidak juga tewas.

Kopda Muslimin Diduga Meninggal karena Minum Racun

Kopda Muslimin disebut meninggal dunia di kediaman orangtuanya di Kendal, Jawa Tengah.

Kopda Muslimin diduga mendatangi rumah orangtuanya itu pada Kamis (28/7/2022) pagi lalu disebut mengalami muntah-muntah.

Dikutip dari Tribun Jateng, Kopda Muslimin tewas setelah diduga meminum racun.

Berdasarkan pantauan di YouTube Kompas TV, nampak beberapa personel TNI dan aparat kepolisian berada di sekitar kediaman orang tua Kopda Muslimin di Kendal.

Selain itu, rumah dari orang tua Kopda Muslimin juga telah dipasangi garis polisi.

Penyebabnya Cinta Seumur 'Jagung'

Seperti kalimat bijak 'cinta segitiga membawa malapetaka'. Begitulah akhir cerita sang prajurit Kopda Muslimin.

Dikutip dari Kompas.com, Kopda Muslimin menjalin asmara dengan wanita bernisial R. Hubungan dengan selingkuhannya ternyata baru seumur 'jagung'.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Donny Sardo Lumbantoruan mengatakan, Kopda Muslimin berhubungan dengan perempuan berinisial R itu baru 7 bulan.

"Kopda Muslimin dengan R sejak 7 bulan yang lalu sebelum bulan puasa," jelasnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (26/7/2022).

Dia menjelaskan, Kopda Muslimin mulai menjalin hubungan asmara dengan R sekitar Januari.

"Antara bulan Desember/Januari mereka mulai berhubungan," kata dia.

Di lokasi yang terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol M Iqbal Alqudsy menambahkan, perempuan berinisial R yang menjadi selingkuhan Kopda Muslimin belum mengetahui rencana Kopda Muslimin.

"Perempuan berinisial R belum tau," katanya kepada Kompas.com.

Iqbal mengungkapkan, perempuan berinisial R baru mengetahui rencana Kopda Muslimin setelah terjadi penembakan yang sempat viral di media sosial.

"Setelah penembakan baru Kopda Muslimin memberi tahu R kalau habis menembak," ungkapnya.

Perselingkuhan Kopda Muslimin baru diketahui setelah perempuan berinisial R menjadi saksi pada kasus penembakan Kopda Muslimin.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi mengungkapkan, R sempat diajak kabur oleh Kopda Muslimin namun R menolak ajakan tersebut.

"Sudah diajak lari namun R tidak mau," kata dia. Dia menerangkan, R sudah bersaksi kepada polisi soal hubungan cinta segitiga dengan Kopda Muslimin.

"Saksi berinisial R yang merupakan pacar Kopda Muslimin sudah bersaksi," imbuhnya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sebelum Meninggal, Kopda Muslimin Tulis Wasiat Untuk Anaknya, Isinya Masih Misterius"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved