Covid 19 Gorontalo

Syarat Pemberhentian Sementara PTM Akibat Covid-19: Begini Penjelasan Menteri Nadiem

Kepala daerah termasuk Penjabat Gubernur Gorontalo Hampa Hendra Noer diminta memantau dan menghentikan kegiatan pertemuan tatap muka (PTM).

Editor: lodie tombeg
Kolase TribunGorontalo.com
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim dan ilustrasi Covid-19. Kepala daerah termasuk Penjabat Gubernur Gorontalo Hampa Hendra Noer diminta memantau dan menghentikan kegiatan sekolah tatap muka 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Kepala daerah termasuk Penjabat Gubernur Gorontalo Hampa Hendra Noer diminta memantau dan menghentikan kegiatan pertemuan tatap muka (PTM) jika terjadi penambahan kasus Covid-19.

Diperlukan diskresi terhadap pelaksanaan Keputusan penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19 yang selanjutnya disebut Keputusan Bersama 4 Menteri.

Diskresi dilakukan para kepala daerah mulai gubernur hingga bupati dan wali kota termasuk yang berada di Gorontalo.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim menerbitkan, surat edaran (SE) nomor 7 tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.

SE yang ditujukan untuk Gubernur, Bupati, dan Wali Kota seluruh Indonesia tersebut diterbitkan pada 29 Juli 2022.

Penerbitan SE mempertimbangkan kondisi dan karakteristik penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) saat ini dan berdasarkan kesepakatan antara Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri.

Pemerintah meminta penghentian sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di satuan pendidikan dilakukan pada rombongan belajar yang terdapat kasus konfirmasi Covid-19 apabila terjadi klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan; dan/atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 sebanyak 5 persen atau lebih.

Jika hal itu terjadi, maka lama waktu penghentian pembelajaran tatap muka paling sedikit 7 hari.

Penghentian sementara PTM juga dilakukan ketika peserta didik terkonfirmasi Covid-19 apabila bukan merupakan klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan; dan/atau hasil surveilans epidemiologis menunjukkan angka positivity rate warga satuan pendidikan terkonfirmasi Covid-19 di bawah 5 persen; dan peserta didik yang mengalami gejala Covid-19 (suspek).

Jika hal tersebut terjadi, maka lama waktu penghentian pembelajaran tatap muka paling sedikit 5 hari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved