Gorontalo Kota Genangan
Derita Warga Libuo-Kota Gorontalo, Terserang Penyakit dan Rumah Rusak Akibat Genangan Air
Warga Libuo, Kota Gorontalo harus berdamai dengan genangan. Meski mulai terserang penyakit dan fasilitas rusak, mereka pasrah.
Penulis: Redaksi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/25072022_Potret-Genangan-Kelurahan-Libuo_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Lengkap sudah derita warga Libuo, Kelurahan Dungingi, Kota Gorontalo.
Belum kelar urusan genangan air yang meredam permukimannya, kini warga Libuo harus menerima fakta pahit.
Warga Libuo ini harus terserang penyakit kutu air, serta menerima fakta jika rumah-rumahnya mulai rusak.
Lantai rumah mulai retak, sementara genangan air mulai naik ke dinding rumah. Akibatnya jelas, dinding menjadi terlalu lembab, hingga merusak cat dinding.
Derita warga Libuo ini berawal sejak beberapa minggu yang lalu. Hujan deras mengguyur wilayah Kota Gorontalo.
Sayangnya, drainase atau saluran air yang harusnya bisa membuang air ke wilayah yang lebih rendah, malah tidak bergerak karena saluran justru tertutup tembok milik seorang pengusaha.
Onu Bagu misalnya, pria 49 tahun mengaku rumahnya sebelumnya dalam kondisi baik.
Namun semua berubah setelah genangan menerjang. Sejak saat itu, air berhari-hari mengenangi rumahnya.
Lantai mulai rusak, dinding mulai retak. Belum lagi jamur yang kini merayap.
“Ini gara-gara air, bagian lantai sudah retak-retak. Bahkan ada yang sudah ta maso (masuk) ke bawah (amblas), dinding rumah juga banyak yang rusak karena berjamur,” kata Onu.
Apalagi bagian belakang rumah. Kini mulai mengalami kerusakan karena hanya terbuat dari papan.
“Bagian belakang cuma dari kayu bagini pasti kayu cepat lapuk, dan beberapa bagian rumah percuma dibersihkan kalau hujan, pasti air masuk lagi,” jelas Farida, istri dari Onu.
Tidak cuma rumah-rumah yang rusak, kata Farida, beberapa tetangganya sudah mulai terserang kutu air.
Sebelumnya, genangan terjadi sejak Senin (18/7/2022). Hingga Senin (25/7/2022) atau seminggu ini, genangan masih saja terjadi.
Penyebabnya, selain karena curah hujan yang tinggi yang terjadi pada minggu lalu, juga karena resapan air yang kurang memadai di lingkungan I Kelurahan Libuo tersebut.
Masalah selanjutnya, karena saluran air di wilayah itu tertutup tembok besar yang dibangun kira-kira sejak lima bulan lalu.
“Dan sejak lima bulan lalu itu, wilayah ini sering terendam air jika hujan,” ungkap seorang warga yang ditemui TribunGorontao.com pada Selasa (19/7/2022). (*)