Plafon Ruang ICU RS Otanaha Kota Gorontalo Ambruk, Pasien Dievakuasi
Informasi yang didapatkan Tribun Gorontalo, ada setidaknya empat pasien yang dirawat di ruang ICU RS Otanaha.
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/20072022_Plafon-RS-Otanaha-Gorontalo_.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Plafon di ruang ICU Rumah Sakit (RS) Otanaha, Kota Gorontalo, ambruk pada Selasa kemarin (19/7/2022).
Informasi yang didapatkan Tribun Gorontalo, ada setidaknya empat pasien yang dirawat di ruang ICU RS Otanaha.
Ketika plafon itu ambruk, para pasien ini pun tertimpa reruntuhan.
Pasien mengaku kaget, sebab plafon ambruk di saat pasien ini akan tidur. Saat itu jam dinding menunjukan pukul 23.32 Wita.
Seorang perawat RS Otanaha saat ditemui Tribun Gorontalo menjelaskan, plafon yang ambruk posisinya berada di depan pintu masuk ruangan ICU.
"Pasien yang di dalam ruangan kaget dengan kejadian amblasnya plafon di ruangan ini," ungkap Perawat Pria yang tidak mau disebutkan namanya.
Usai kejadian itupun, pasien segera dievakuasi ke tempat yang aman.
"Pasien langsung kami pindahkan ke ruangan screening," ungkap otoritas RS Otanaha.
Saat ini pihak RS Otanaha sementara memperbaiki plafon tersebut.
"Kemungkinan sekitar sepekan ruangan itu sudah bisa digunakan," ujarnya.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab dari kerusakan plafon tersebut.
Kemungkinan bangunan yang sudah tua dan infrastruktur jarang dibenahi.
Aditya Rarung (20), pria yang saat itu berada dalam ruangan ICU mengungkapkan, sedari awal ia sudah tahu jika plafon akan ambruk.
"Kebetulan plafon yang amblas itu berada di atas tempat tidur nenek saya," ungkap Aditya, Rabu (20/7/2022).
Pada saat plafon amblas, Remaja berdomisili di Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat itu langsung reflek menutupi tubuh neneknya yang sedang dirawat di ruangan tersebut.
Sehingga reruntuhan plafon itu menimpa bagian belakang kepala dan bahu dari remaja tersebut.
"Alhamdulillah nenek saya aman, malahan nenek berkata tidak apa-apa, ini kan musibah," lanjut Aditya. (*)