Pemkot Gorontalo Gelar Silaturahmi dengan Para Pemuka Agama

Pemerintah Kota Gorontalo mengelar acara kegiatan silaturahmi antar umat beragama, yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Gorontalo

Penulis: Apris Nawu | Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com/Ist
Pemkot Gorontalo dalam agenda silaturahmi antar pemuka agama, Senin (18/7/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pemerintah Kota Gorontalo mengelar acara kegiatan silaturahmi dengan para pemuka agama, yang diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kota Gorontalo, Senin (18/07/2022).

Pantauan TribunGorontalo.com, acara silaturahmi tersebut dihadiri Pemkot Gorontalo dalam hal ini Wali Kota Gorontalo, Marten Taha dan Kepala Kesbangpol Kota Gorontalo Arifin Mohamad, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Gorontalo Abdul Muin Mooduto, Kakamenag Kota Gorontalo Misnawaty S Nuna, pemuka agama Kristen, Pemuka agama Budha, Pemuka agama Hindu, Pemuka agama Konghucu Kota Gorontalo.

Marten Taha mengungkapkan, pentingnya moderasi melalui pertemuan para pemuka agama dalam mewujudkan Kota Gorontalo yang SMART, seperti yang saat ini dilakukan Pemkot Gorontalo.

“Kami Pemerintah Kota merasa bangga, dengan berkumpulnya para tokoh agama dari lintas agama di dalam suatu forum kerukunan seperti ini telah mencerminkan kebersamaan dan keharmonisan telah terwujud,” jelas Marten.

Pada masing-masing ajaran, kata dia, terdapat anjuran yang sama, yaitu saling menghargai antar sesama ras dan kepercayaan.

“Wadah FKUB ini, semoga lebih menambah kedewasaan kita di dalam moderasi beragama,” ungkapnya.

“Kami selaku Pemerintah Kota merasa bangga, dengan berkumpulnya para tokoh agama dari lintas agama di dalam suatu forum kerukunan seperti ini telah mencerminkan kebersamaan dan keharmonisan telah terwujud,” inbuhnya.

Marten mengatakan, di negara berdasarkan Pancasila ini, tidak ada diktator mayoritas atau tirani minoritas, karena semua umat beragama harus saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.

Gorontalo bagian dari Indonesia yang masyarakatnya sangat religius dan majemuk. Bahkan masyarakat Kota Gorontalo sangat lekat dengan kehidupan beragama. Sebab itu kemerdekaan beragama harus dilindungi oleh konsitusi.

“Saya merasa bangga dengan berkumpulnya para tokoh agama dari lintas agama dalam forum kerukunan. Ini mencerminkan kebersamaan dan keharmonisan di Kota Gorontalo telah tercipta dengan baik,” kata Marten. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved