Gara-gara Tembok Besar, Permukiman Warga Libuo-Gorontalo Ini Kerap Terendam

Pantauan Tribun Gorontalo, tembok raksasa itu tampak mengisolasi permukiman warga Libuo dengan lahan privat seorang pengusaha. 

TribunGOrontalo.com/AgungPanto
Warga Lingkungan I, Kelurahan Libuo, Kota Gorontalo harus bersabar, kala genangan air merendam permukiman mereka. Sudah lima bulan kondisi ini dirasakan. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Tembok raksasa yang menutupi saluran, diduga menjadi biang kerok terendamnya permukiman warga Libuo Kota Gorontalo.

Pantauan Tribun Gorontalo, tembok raksasa itu tampak mengisolasi permukiman warga Libuo dengan lahan privat seorang pengusaha. 

Menurut warga, tembok itu dibangun sejak lima bulan lalu. Dan sejak saat itu, setiap kali hujan, permukimannya juga terendam.

Penyebabnya karena saluran air  yang harusnya bisa membuang air, justru tertutup tembok besar tersebut. 

Permukiman itu tepatnya berada di Lingkungan I, Kelurahan Libuo, Kota Gorontalo. 

Air yang merendam permukiman itu diperkirakan mencapai 45 cm, atau seukuran betis orang dewasa. 

Genangan air yang tidak bergerak sama sekali, kemudian berubah warna. Bau busuk menyeruak. Kaki terasa gatal kala melewati air tersebut. 

Farida Maku (44) salah satu warga yang rumahnya digenangi air mengaku, banjir seperti ini sudah terjadi sejak lima bulan terakhir.

"Kalau kejadian seperti ini sudah terjadi sejak sebelum puasa kemarin, sejak pagar ini dibuat," kata Farida.

Ia pun mengakui, bahwa memang tembok besar itu lah yang jadi biang kerok genangan. 

"Pagar ini sudah menutup aliran saluran air, makanya air sulit untuk jalan," tambah Fairda

Berbagai upaya telah dilakukan Farida dan warga sekitar agar saluran air yang tertutup itu, dapat dibongkar. 

Katanya, Wali Kota Gorontalo Marten Taha dan beberapa dinas terkait kecamatan dan kelurahan sudah datang dan meninjau langsung situasi yang dialami oleh Farida dan warga lainya.

"Katanya pak wali kota nanti akan segera di dikeruk untuk dibuatkan saluran air baru," kata dia.

Ia pun hanya berharap, masalah saluran air itu bisa segera diatasi. Sebab ia dan warga lainnya kesulitan jika harus hidup terendam air. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved