Pohon Tumbang Gorontalo

Kepala Desa Timuato Minta Pemerintah Lebih Responsif Penanganan Pohon Tua di Jalan Trans Sulawesi

Tiga warga Gorontalo tertimpa pohon tumbang di Jalan Ahmad A Wahab, Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu (17/7/2022) malam

Penulis: Tomy Ziyon Pramono | Editor: Fajri A. Kidjab
TribunGorontalo.com/Tommy Pramono
Kepala Desa Timuato, Ikhsan Hiliwilo saat diwawancarai di lokasi kejadian pohon tumbang, Jalan Ahmad A Wahab, Senin (18/7/2022) dini hari. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Tiga warga Gorontalo tertimpa pohon tumbang di Jalan Ahmad A Wahab, Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo, Minggu (17/7/2022) malam.

Menurut warga setempat yang berada di lokasi saat kejadian, peristiwa pohon tumbang itu terjadi sekira pukul 22.00 wita.

Terkait peristiwa pohon tumbang tersebut, kepala Desa Timuato, Ikhsan Hiliwilo meminta pemerintah Gorontalo lebih responsif, dalam penanganan pohon tua yang ada di sepanjang jalan Trans Sulawesi.

"Kami sudah beberapa kali menyurati kepada pemerintah, terkait persoalan penebangan pohon ini," tegas Ikhsan kepada TribunGorontalo.com, Senin (18/7/2022) dini hari.

Namun Ikhsan menyayangkan surat yang dikirimkan belum mendapatkan respon yang baik dari pihak terkait.

"Saya selaku pemerintah desa bertanggungjawab. Kami melakukan penebangan kami takut, ada beberapa kabel," tambah dia.

Dia mengaku, terakhir kali mengirim surat kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gorontalo, dua minggu terakhir.

"Kami sudah susul dengan telepon, chat WhatsApp, serta SMS," kata dia.

Ikhsan mengungkapkan, peristiwa pohon tumbang ini sudah terjadi satu kali dalam satu tahun.

Dirinya mengkhawatirkan (peristiwa yang sama) akan terjadi lagi. Mengingat pohon yang ada di sepanjang jalan Trans Sulawesi, termasuk yang berada di wilayah Desa Timuato bukan jenis pohon yang bisa bertahan hingga bertahun-tahun.

"Kalau perlu di sepanjang jalan trans ini ditebang dahulu semuanya, karena usianya (sudah lama)," imbuhnya.

Ia berharap, pohon-pohon yang ada dapat diganti dengan pohon baru. Hal itu guna mengantisipasi pohon tumbang setiap musim penghujan tiba.

"Harapan saya dapat diganti dengan pohon mahoni, seperti tahun-tahun kemarin atau pohon akar tunggal. Jangan sampai nanti ada korban baru kita mau bergerak," tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved