Breaking News:

Pohon Tumbang Gorontalo

Bocah Korban Pohon Tumbang Desa Timuato Dinyatakan Meninggal di Lokasi

Peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru telah merengut nyawa.

Penulis: Tomy Ziyon Pramono | Editor: Fajri A. Kidjab
Kolase TribunGorontalo.com
Kepala Desa Timuato, Ikhsan Hiliwilo (kiri) dan Penampakan bentor yang ditimpa pohon tumbang di Jalan Ahmad A Wahab, Minggu (17/7/2022) malam. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Telaga Biru - Peristiwa pohon tumbang yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Timuato, Kecamatan Telaga Biru telah merengut nyawa.

Menurut saksi mata, salahsatu korban pohon tumbang yang merupakan bocah itu telah meninggal dunia, di lokasi kejadian, Minggu (17/7/2022).

Diketahui, pohon tumbang ini terjadi setelah lebih dari lima jam diguyur hujan lebat.

Peristiwa ini mengakibatkan satu kendaraan becak motor (bentor) hancur akibat tertimpa pohon besar.

Bentor tersebut diketahui, bermuatan dua orang penumpang, dan seorang driver. Dimana ketiga penumpang tersebut merupakan anggota keluarga. Satu orang bocah/anak kecil, kemudian ayah dan kakaknya.

Sementara, hingga saat ini identitas ketiga korban tersebut belum diketahui.

"Kejadian (pohon tumbang) pertama, korbannya warga Timuato. Kalau yang sekarang belum bisa dipastikan berasal dari mana," kata Kepala Desa Timuato, Ikhsan Hiliwilo.

Ia menambahkan, korban jiwa dalam peristiwa ini, yakni anak kecil.

"Sesuai informasi tadi, korban yang tewas itu satu orang,"jelas Ikhsan.

Ikhsan mengakui sudah menyurati ke Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengganti pohon yang ada, dengan pohon yang baru.

"Apalah daya, surat kami katanya menunggu jadwal, nanti sudah ada korban, dan beberapa masyarakat sudah berontak," imbuhnya.

Meski begitu, Ia berharap instansi pemerintahan terkait, bisa bekerja sama dengan pemerintah desa, untuk mengantisipasi kejadian pohon tumbang tersebut tidak terulang kembali.

"Jangan sampai, nanti ada korban baru kita mau bergerak," tutupnya.

Menurut Alfin, warga Timuato yang membantu proses evakuasi, anak tersebut tertimpa batang pohon tepat di lehernya.

Bahkan proses evakuasi memakan waktu lebih dari satu jam, untuk menyingkirkan batang pohon dari tubuh sang bocah.

"Satu jam lebih," kata Alfin.

Setelah berhasil dievakuasi, ketiga korban itu kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat oleh Satlantas, menggunakan mobil Patwal, yang kebetulan melintas saat peristiwa itu terjadi. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved