Tinju Dunia

Usai Kalahkan Canelo, Petinju Berdarah Korea Dmitry Bivol Incar Raja KO Beterbiev

Petarung Rusia berdarah Korea Dmitry Bivol mengincar raja knockout (KO) Artur Beterbiev usai mengalahkan Saul Canelo Alvarez.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Usai Kalahkan Canelo, Petinju Berdarah Korea Dmitry Bivol Incar Raja KO Beterbiev
Kolase TribunGorontalo.com/wikipedia.org
Petarung Rusia berdarah Korea Dmitry Bivol. Kini Bivol mengincar raja knockout (KO) Artur Beterbiev. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Petarung Rusia berdarah Korea Dmitry Bivol mengincar raja knockout (KO) Artur Beterbiev usai mengalahkan Saul Canelo Alvarez.

Juara kelas berat ringan WBA makin populer setelah kalahkan superstar Meksiko Saul Canelo Alvarez pada Mei 2022. Kini Bivol incar Artur Beterbiev.

Lawan Bivol, Beterbiev memiliki sabuk WBC, IBF dan WBO dan rekor satu-satunya juara tinju dengan rasio KO 100 persen.

Duel dua raja menjadi pertarungan terbaik tahun ini untuk memperebutkan status juara tak terbantahkan kelas berat ringan.

Yarde adalah penantang wajib WBO untuk Beterbiev. Sedangkan Buatsi juga siap membidik sabuk Bivol di kelas berat ringan.

Bivol sama-sama terbuka untuk bertarung dengan Buatsi yang tak terkalahkan, peraih medali perunggu di Olimpiade Rio 2016.

Namun pilihannya tetap Beterbiev yang mencetak KO ke-18 beruntun saat melawan Joe Smith Jr.

"Saya telah mengatakan berkali-kali sebelumnya, saya terbuka untuk ini, tujuan saya selalu menjadi tak terbantahkan di kelas berat badan saya. Saya percaya pertarungan ini akan terjadi cepat atau lambat dan itu akan menjadi pertarungan yang sangat berarti dan menarik bagi semua penggemar," ujar Bivol.

Terlepas dari kekuatan Beterbiev, Bivol tetap tidak terpengaruh.

"Dia adalah petarung yang kuat, ya. Saya ditanya pertanyaan serupa sebelum pertarungan Canelo. Kita akan lihat, ketika pertarungan datang, saya akan bekerja dengan pelatih dan tim saya dalam rencana dan strategi permainan."

Bivol makin populer di kalangan penggemar. Dia menerima sambutan seperti pahlawan saat tiba di St. Petersburg, Rusia, Rabu (11/5/2022).

Bivol meminta maaf kepada Eddie Hearn karena menunda pertarungan ketiga yang telah lama ditunggu-tunggu antara Canelo Alvarez dan Gennady Golovkin beberapa saat setelah mengalahkan bintang Meksiko itu.

"Maaf saya melanggar rencana Anda dengan Gennadiy Golovkin" kata Bivol.

Bivol mempertahankan gelar Kelas Berat Ringan WBA dan tetap tak terkalahkan dengan kemenangan mutlak atas Alvarez.

Menyusul pengumuman keputusan tersebut, petinju Rusia itu mengungkapkan kegembiraannya karena berhasil mengalahkan laga terbesar tinju.

Tidak selamanya underdog itu tidak berguna. Juara dunia WBA kelas berat ringan Dmitry Bivol (Rusia, 31 tahun) sudah membuktikannya. Bivol yang tidak diunggulkan di pasar taruhan resmi, berhasil menggulingkan favorit Saul Canelo Alvarez (Meksiko), di T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu, 7 Mei 2022.

Cukup telak kemenangan Bivol; 115-113, 115-113, 115-113. Tetapi, Canelo yang terlalu dibesar-besarkan untuk memenangkan pertandingan, merasa tidak puas dan menyerukan tanding ulang.

Memang, ada klausul pertandingan ulang langsung, yang hanya bisa dilakukan oleh Canelo. Bila ini terjadi, maka rencana Canelo-Golovkin III harus tunda.

Bivol dan kubunya merasa sedikit khawatir akan terjadi perampokan. “Saya sedikit terkejut ketika mendengar 115-113. Saya berpikir, mungkin saya kalah hari ini. Tetapi semua memberikan kemenangan untuk saya. Eddie Hearn (promotor Matchroom Boxing) memberi selamat kepada saya,” kata Bivol.

Ayah Dmitry Bivol lahir di Moldova dan tumbuh dengan bahasa Moldovan (Rumania), sementara ibunya adalah etnis Korea.

Orangtua Bivol pindah ke Kirgistan setelah lulus dan menikah. Bivol lahir dan dibesarkan di Kirgistan. Pada umur 11 tahun pindah ke Rusia.

Bivol sudah belajar tinju ketika umur 6 tahun dan masih di Tokmok, Kirgistan. Bivol adalah anak yang secara alami lebih besar dan beratnya jauh dibandingkan dengan ukuran anak rata-rata.

Bivol cukup lama dan meraih prestasi besar di amatir. Memenangkan dua kejuaraan dunia di tingkat yunior dan medali perunggu kelas menengah di Kejuaraan Tinju Dunia youth AIBA 2008.

Bivol memenangkan kejuaraan tinju amatir kelas berat ringan Rusia pada 2012 dan 2014.

Telah memenangkan medali emas kelas berat ringan 81 kilogram di World Combat Games 2013. Bivol mencatat rekor amatir menang-kalah 268–15.

Bivol memulai tinju pro di Moskow, 28 November 2014, menang TKO ronde keenam atas Jorge Rodriguwz Olivera.

Pria kelahiran kelahiran 18 Desember 1990 itu, menjadi juara WBA Interim kelas berat ringan 79.379 kilogram pada 21 Mei 2016, mengalahkan Felix Valera yang sebelumnya tak terkalahkan. Bivol menjatuhkan Valera sampai dua kali dan menang mutlak 119-107, 119-107, 116-111.

Pada 10 Oktober 2019, Bivol diangkat menjadi juara WBA Super, dua hari sebelum pertarungannya melawan Gilbert Lenin Castillo.

Bivol mengalahkan Castillo pada 12 Oktober 2019. Bivol menjatuhkan lawannya di ronde keenam dengan serangan balik tangan kanan menuju kemenangan besar 119-108, 119-108, dan 120-107.

Pada 25 Februari 2022, diumumkan bahwa Bivol akan mempertahankan gelar melawan juara dunia empat kelas Canelo di T-Mobile Arena, 7 Mei 2022.

Orang-orang langsung menjagokan Canelo bahkan membuat rencana untuk trilogi melawan Golovkin.

Segitu yakinnya Canelo bisa melewati Bivol. Tetapi, serangan Bivol, terutama jab-jab panjang, berhasil mengalahkan Canelo dengan angka mutlak 115-113, 115-113, 115-113.

Profil Petinju

Nama: Dmitry Yuryevich Bivol

Nama ring: Dmitry Bivol

Kebangsaan: Rusia

Lahir: Tokmak, Kyrgyz, Uni Soviet, 18 Desember 1990

Usia: 31 tahun

Tinggi: 183 sentimeter

Jangkauan: 185 sentimeter

Bertinju: Kanan (ortodoks)

Kelas: Berat ringan 79.379 kilogram/175 pon

Pertama naik ring: Moskow, 28 November 2014, menang TKO ronde keenam atas Jorge Rodriguwz Olivera.

Terakhir naik ring: T-Mobile Arena, Las Vegas, Sabtu, 7 Mei 2022, menang angka 12 ronde melalui unanimous decision atas Saul Canelo Alvarez (Meksiko).

Pertama menjadi juara dunia: Khodynka Ice Palace, Moscow, 21 Mei 2016, menang angka 12 ronde atas Felix Valera.
Bivol merebut gelar WBA Interim kelas berat ringan.

Rekor pertahankan gelar: 11 kali beturut-turut.

Rekor tanding: Belum terkalahkan 20-0 (11 dengan KO).

Setelah pertandingan dan melalui konferensi pers resmi, Canelo meminta pertandingan ulang. Bivol belum membalas karena baru saja merayakan kemenangan besarnya. Bivol harus mengadakan pertemuan dengan tim lengkap; petinju, pelatih, manajer, dan promotor.

“Aku belum tahu apa yang harus aku lakukan,” kata Bivol, seorang juara dunia yang rendah hati dan tidak meledak-ledak seperti Canelo, yang selalu merasa berada di atas.


Rekor

Kelas World Boxing Association Super World Light Heavy Title:

7 Mei 2022 (menang angka) Saul Alvarez

11 Desember 2021 (menang angka) Umar Salamov

1 Mei 2021 (menang angka) Craig Richards

12 Oktober 2019 (menang angka) Lenin Castillo

9 Maret 2019 (menang angka) Joe Smith Jr

24 Oktober 2018 (menang angka) Jean Pascal

4 Agustus 2018 (menang angka) Isaac Chilemba

3 Maret 2018 (TKO) Sullivan Barrera

4 November 2017 (KO) Trent Broadhurst

17 Juni 2017 (TKO) Cedric Agnew

14 April 2017 (TKO) Samuel Clarkson

23 Februari 2017 (TKO) Robert Berridge

29 Oktober 2016 (menang angka) Yevgenii Makhteienko

21 Mei 2016 (menang angka) Felix Valera

18 Februari 2016 (KO) Cleiton Conceicao

4 November 2015 (TKO) Jackson Dos Santos

27 Agustus 2015 (KO) Felipe Romero

22 Mei 2015 (KO) Joey Vegas

10 April 2015 (TKO) Konstantin Piternov

28 November 2014 (TKO) Jorge Rodriguez Olivera

(*)

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved