Breaking News:

ADV PLN UP3 Gorontalo

Program Proklim PLN Wujudkan 20 Kampung Iklim 2024

Program Proklim PLN ini sebagai aksi nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan polusi udara seperti yang digagas dalam Forum G20 di bawah presidensi I

Penulis: redaksi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com
Program Proklim PLN sebagai aksi nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan polusi udara seperti yang digagas dalam Forum G20 di bawah presidensi Indonesia. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - PT PLN (Persero) mengimplementasikan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kelurahan Sindang Sari, Samarinda, Kalimantan Timur.

Program Proklim PLN ini sebagai aksi nyata untuk mengatasi perubahan iklim dan polusi udara seperti yang digagas dalam Forum G20 di bawah presidensi Indonesia.

Manajer PLN Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan Pembangkitan (UPDK) Mahakam, I Made Harta Yasa mengatakan, tujuan utama pembentukan Proklim adalah mendorong partisipasi masyarakat untuk melakukan upaya-upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.

“Sebagai langkah nyata mengurangi emisi karbon terutama dari sektor rumah tangga, partisipasi masyarakat di lingkungan terkecil sangat berdampak terhadap aksi mitigasi perubahan iklim,” kata Harta Yasa.

Dirinya menambahkan, dalam mengimplementasikan Proklim PLN menyalurkan bantuan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

TJSL berupa sarana pengolahan sampah organik non-organik, aksi pencegahan banjir melalui sistem biopori, penghijauan, pemanfaatan lahan pekarangan dan pengolahan air hujan untuk menciptakan konsumsi yang bertanggungjawab.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun yang hadir dalam kegiatan peresmian Kelurahan Sindang Sari mengapresiasi gagasan yang dilakukan PLN.

Pasalnya, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk mewujudkan 20.000 program kampung iklim pada tahun 2024.

“Kita bisa melihat bahwa program ini berguna untuk meningkatkan kesadaran mitigasi terhadap perubahan iklim, mitigasi terhadap bencana, mitigasi terhadap segala hal yang berkaitan dengan potensi kemungkinan akibat dampak perubahan iklim tersebut,” ujarnya.

Kalimantan sebagai salah satu pulau dengan tutupan lahan hutan hujan terbesar di dunia sehingga memiliki peran yang vital dalam aksi perubahan iklim.

Karenanya, perlindungan ekosistem yang dilaksanakan oleh masyarakat lingkungan di wilayah tersebut sangat penting untuk memitigasi perubahan iklim.

PLN dan Wali Kota Samarinda berharap dengan edukasi yang semakin meningkat, masyarakat akan memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga keberlangsungan ekosistem dan melindunginya dari dampak perubahan iklim.

ProKlim adalah program berlingkup nasional yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Program ini tujuannya meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim.

Selain itu, untuk penurunan emisi Gas Rumah Kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah. (*)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved