Bawaslu Provinsi Gorontalo Seleksi 103 Pendaftar Calon Anggota, Satu Orang Berpendidikan SMA
Perkembangan Tahapan seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo telah memasuki Tahapan seleksi administrasi serta perbaikan berkas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Beby-Sintia-Banteng.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo- Perkembangan Tahapan seleksi calon anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo telah memasuki Tahapan seleksi administrasi serta perbaikan berkas, dimulai sejak 30 Juni hingga 5 Juli 2022.
Koordinator Tahapan Pendaftaran Beby Sintia Banteng menuturkan, seleksi anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo sudah memasuki Tahapan perbaikan berkas, Setelah sebelumnya 21-30 Juni, diadakan penerimaan berkas pendaftaran.
Pada Tahapan penerimaan berkas oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo, terdapat 103 orang yang mendaftarkan diri.
Dari jumlah keseluruhan itu terbagi atas dua kategori, untuk pendaftar perempuan berjumlah 24 orang dan 79 orang pendaftar laki-laki.
Dari 103 orang yang mendaftar kemarin, lanjut Beby, ada sekitar 27 orang yang diberikan kesempatan, untuk melengkapi berkas karena ada masa perbaikan yang diberikan.
"27 orang yang memperbaiki itu saya dapat informasi hingga pukul 14.00 Wita masih ada 9 orang yang melakukan perbaikan berkas," ungkapnya.
"Kami berharap semua peserta dapat memperbaiki berkasnya,dan semua yang memasukam berkas kami harap bisa lolos, "jelas Koordinator Pendaftaran Timsel Bawaslu," kata dia.
Komisioner Bawaslu itu juga menuturkan, untuk saat ini masih dalam Tahapan verifikasi dan perbaikan berkas calon, nanti setelah ini, pada tanggal 6-12 Juli 2022 akan memasuki tahapan penelitian verifikasi administrasi.
Beby mengatakan, tahapan selanjutnya pada 13 Juli akan dilangsungkan pengumuman administrasi. Setelahnya, akan dibuka tahapan masukan dan tanggapan masyarakat pada 25-29 Juli 2022.
"Tanggapan bisa positif bahkan negatif, bagi masyarakat yang ingin memberikan masukan dan tanggapan harus memberikan informasi dan data diri yang jelas," terangnya.
Dari jumlah keseluruhan pendaftar, asal mereka terbagi atas beberapa kabupaten kota, diantaranya, Kabupaten Pohuwato tiga orang pendaftar, Gorontalo Utara 7 orang, Boalemo 7 orang, Bone Bolango 14 orang, Kabupaten Gorontalo 24 orang dan Kota Gorontalo 46 orang.
Lebih lanjut, dirinya menerangkan, dari 103 jumlah pendaftar memiliki latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang bervariasi.
Jika ditinjau dari latar belakang pendidikan, ada satu orang pendaftar yang lulusan SMA, selebihnya ada yang S1 dengan jumlah 60 orang (58.8 persen), S2 berjumlah 35 orang (34.4 persen), S3 berjumlah 7 orang (6.9 persen).
"Syarat pendaftar memang menitikberatkan ke lulusan Sarjana, namun antusias masyarakat luar biasa hingga ada dari lulusan SMA yang mendaftar," ujarnya.
Berikut latar belakang pekerjaan calon anggota Bawaslu, diantaranya:
1. Bawaslu Provinsi 2 orang
2. Bawaslu Kabupaten/Kota 12 orang
3. KPU 8 orang
4. ASN 20 orang
5. Guru 3 orang
6. Dosen 7 orang
7 Advokat 3 orang
8. Wiraswasta 22 orang
9. Swasta 3 orang
10. Karyawan 3 orang
11. Kepala Desa 1 orang
12. Aparat desa 1 orang
13. Pendamping Desa 3 orang
14. Konsultan 1 orang
15. Komisioner Lembaga 1 orang
16. Lainnya sebanyak 13 orang.
"Tentunya bagi mereka yang mendaftar harus mendapatkan izin dari Pimpinan, sebab itu yang menjadi persyaratan dari Bawaslu RI, " tutur Beby.
Pihaknya, berharap adanya keterlibatan masyarakat guna memperhatikan dan mungkin ada masukan dan tanggapan yang diberikan silahkan berikan pada waktu yang telah di tetapkan dengan berdasar pada bukti yang akurat agar masukan ini tidak terkesan kaleng-kaleng.
"Kami jamin kerahasiaan data diri bagi masyarakat yang memberikan masukannya." jelasnya.
"Karena ada 24 orang representasi dari kaum perempuan, tentu harapan besar ialah ada yang bisa masuk dalam kategori ini. Tentunya kepada keseluruhan pendaftar agar mempersiapkan diri dan mental untuk memasuki Tahapan selanjutnya," tutupnya. (*)