MyPertamina Gorontalo
Berlaku Agustus di Gorontalo, PKS: MyPertamina Menyulitkan Masyarakat Beli Pertalite-Solar
Kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto, aplikasi MyPertamina akan menyulitkan masyarakat termasuk Gorontalo untuk membeli BBM bersubsidi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/300622-MyPertamina-1.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Penggunaan aplikasi MyPertamina di Provinsi Gorontalo mulai Agustus 2022. Politisi PKS menolak rencana PT Pertamina (Persero) yang mewajibkan konsumen menggunakan MyPertamina untuk membeli Pertalite dan Solar.
Kata Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto, aplikasi MyPertamina akan menyulitkan masyarakat termasuk Gorontalo untuk membeli BBM bersubsidi.
Tidak semua orang termasuk Gorontalo mempunyai telepon seluler yang memadai untuk dipasangkan aplikasi MyPertamina dan itu menyulitkan masyarakat.
"Masyarakat kecil pengguna BBM bersubsidi ini belum tentu memiliki smart phone untuk mengakses aplikasi MyPertamina. Sehingga perlu sosialisasi, edukasi dan pentahapan bagi penerapan sistem ini," kata Mulyanto, dalam keterangannya, Kamis (30/6/2022).
Mulyanto meminta Pertamina meninjau ulang rencana penggunaan aplikasi My Pertamina.
Dia menilai masih banyak cara lain yang dapat dilakukan Pertamina untuk mengatur konsumsi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
"Yang perlu dibatasi itu adalah penggunaan BBM bersubsidi oleh kendaraan mewah. Bukan pembatasan untuk semua masyarakat," ujar anggota Komisi VII DPR RI ini.
Itu pun, kata Mulyanto, Pertamina tidak dapat langsung mengeksekusi kebijakan pembatasan konsumsi BBM bersubsidi ini.
Pertamina harus menunggu perubahan Perpres tentang pembatasan konsumsi BBM bersubsidi, baik Pertalite maupun solar.
Mulyanto mengingatkan bahwa regulasi pembatasan pembelian BBM bersubsidi ini tengah diperbaiki. Revisi Perpresnya belum jadi. Selanjutnya aturan teknisnya ada di Peraturan BPH Migas.
"Pertamina sebagai operator tidak membentuk aturan. Hanya menjalankan regulasi yang ditetapkan Pemerintah. Jadi memang sebaiknya Pertamina menunggu terbitnya secara definitif regulasi pemerintah tersebut," tandas Mulyanto.
Sebagaimana diketahui, Pertamina akan segera berlakukan aturan baru mengenai cara pembelian BBM Pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina.
Gorontalo mulai Agustus
Pertamina mulai uji coba MyPertamina di 11 kota dan kabupaten. Sedangkan daerah lain termasuk Gorontalo ditargetkan pada Agustus 2022.
Pertamina terus sosialisasi penggunaan MyPertamina di berbagai daerah termasuk Gorontalo supaya masyarakat tidak kesulitan membeli Pertalite dan Solar. Program ini juga untuk menghindari penimbunan Pertalite dan Solar di masyarakat.
Berikut cara daftar aplikasi My Pertamina
Dikutip dari laman subsiditepat.mypertamina.id, berikut ini cara untuk mendaftar di aplikasi My Pertamina.
1. Siapkan dokumen yang dibutuhkan yaitu: KTP, STNK, Foto Kendaraan, dan dokumen pendukung lainnya.
2. Buka website subsiditepat.mypertamina.id atau klik di sini.
3. Centang informasi memahami persyaratan.
4. Klik daftar sekarang.
5. Ikuti instruksi dalam website tersebut.
6. Tunggu pencocokan data maksimal 7 hari kerja di alamat email yang telah didaftarkan, atau cek status pendaftaran di website secara berkala.
7. Apabila sudah terkonfirmasi, unduh (download) kode QR dan simpan untuk bertransaksi di SPBU Pertamina.
Pemerintah mewajibkan pengguna Pertalite dan Solar subsidi menggunakan MyPertamina dalam pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) per 1 Juli 2022.
Namun, tak semua masyarakat dapat membeli Pertalite dan dan Solar subsidi menggunakan MyPertamina. Ada kriteria yang telah ditetapkan.
Aturan penggunaan MyPertamina untuk membeli Pertalite dan Solar bersubsidi ini akan diterapkan dalam beberapa tahap.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Migas Saleh Abdurrahman mengungkapkan, untuk kendaraan roda empat yang akan dibatasi untuk pembelian Pertalite, kajian dilakukan pada kendaraan di atas 2.000 CC.
"Sementara hasil kajiannya begitu (untuk kendaraan di atas 2.000 CC)," kata Saleh dikutip dari Kontan.co.id, Rabu (29/6/2022).
Sedangkan untuk kendaraan roda dua, kajian dilakukan untuk sepeda motor di atas 250 CC.
Terkait dengan program distribusi Pertalite, PT Pertamina juga telah melakukan ujicoba dengan mendorong masyarakat mendaftarkan diri melalui aplikasi MyPertamina.
Menurut Saleh, uji coba penting dilakukan untuk menjamin implementasi pembatasan pembelian Pertalite saat aturan resmi berlaku.
Aturan pembelian Pertalite ini ditargetkan Pertamina dapat mulai diterapkan pada Agustus 2022.
Sementara itu, mengutip laman https://subsiditepat.mypertamina.id/ , untuk tahap pertama yakni tepatnya pada 1 Juli 2022, penerapan distribusi BBM terbaru bakal diberlakukan di 11 daerah di lima provinsi. Setelah itu, baru diperluas ke daerah lainnya.
Adapun 11 daerah kabupaten/kota yang diwajibkan menggunakan MyPertamina dalam pembelian BBM Solar dan Pertalite antara lain:
1. Kota Bukit Tinggi
2. Kabupaten Agam
3. Kabupaten Padang Panjang
4. Kabupaten Tanah Datar
5. Kota Banjarmasin
6. Kota Bandung
7. Kota Tasikmalaya
8. Kabupaten Ciamis
9. Kota Manado
10. Kota Yogyakarta
11. Kota Sukabumi
Masyarakat yang menggunakan BBM Pertalite dan Solar sesuai kriteria di 11 daerah tersebut diimbau untuk segera melakukan pendaftaran via online. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Fraksi PKS Minta Pertamina Tak Persulit Rakyat Beli BBM Bersubsidi