BMKG Imbau Pencinta Alam Gorontalo Tunda Pendakian, Ini Alasannya

Sebab, kondisi cuaca Gorontalo saat ini masuk musim Transisi. Artinya, dalam peralihan musim hujan ke musim kemarau.

Penulis: Redaksi |
TribunGorontalo.com
Sayid Mahadir, Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo menjelaskan, kondisi cuaca pada masa peralihan biasanya cerah pada pagi hari, dan berpotensi hujan lebat yang disertai kilat atau petir pada saat siang hingga sore. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau para pencinta alam di Gorontalo, menunda agenda pendakian.

Sebab, kondisi cuaca Gorontalo saat ini masuk musim Transisi. Artinya, dalam peralihan musim hujan ke musim kemarau.

“Masih terdapat potensi cuaca ekstrim berupa potensi hujan lebat dan angin kencang (di beberapa wilayah Gorontalo),” ungkap Sayid Mahadir, Koordinator Data dan Informasi BMKG Gorontalo kepada TribunGorontalo.cok, Senin (27/6/2022). 

Umumnya kata Sayid, kondisi cuaca pada masa peralihan biasanya cerah pada pagi hari, dan berpotensi hujan lebat yang disertai kilat atau petir pada saat siang hingga sore.

“Imbauan untuk pendakian saat ini, kami harap mendaki bisa dimulai pada pagi hari, dan pada siang hari diharapkan lebih berhati,” imbau dia. 

Atau tambah Sayid, jika tidak dimungkinkan akibat adanya hujan, pendakian mungkin bisa ditunda hingga cuaca kembali normal.

Ia pun memaparkan perkiraan cuaca untuk tiga hari ke depan di wilayah Gorontalo.

“Secara umum cerah hingga berawan pada pagi hari, dan berpotensi hujan lebat pada siang dan sore hari.” kata dia. 

Kondisi itu akan berlangsung di wilayah Sumalata, Tolinggula, Tilamuta, Boliyohuto, Kwandang, Suwawa, Asparaga, Bone Raya, kabila bone,paguat dan paguyaman.

Sebelumnya diketahui, gara-gara cuaca buruk, belasan mahasiswa pencinta alam (mapala) Gorontalo, dievakuasi dari Pegunungan Tilongkabila

Mapala Gorontalo yang tergabung dalam organisasi Mapala Belantara, Mapala BTN, dan KPA Li-Bande itu dievakuasi, pada Jumat (24/6/2022). 

Saat dikonfirmasi, Yulin Tahalumala, Ketua Umum Mapala Belantara mengungkapkan, cuaca di Pegunungan Tilongkabila memang sedang buruk. 

“Cuaca di lokasi (Pegunungan Tilongkabila) saat itu sangat ekstrem, mulai dari anginnya, kabut bahkan hujannya,” tutur Yulis Ketua Mapala Belantara kepada TribunGorontalo.com Minggu (26/6/2022). 

Meski telah berupaya, ternyata tim tidak juga mampu melanjutkan perjalanan ke puncak Tilongkabila.

Adapun evakuasi dilakukan Basarnas Gorontalo karena satu dari belasan mapala itu, mengalami kedinginan parah. Padahal, saat itu sudah berada di ketinggian 700-an MDPL (meter di atas permukaan laut). (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved