Pemprov Gorontalo

Materi Anti Terorisme Dimasukan dalam Program Remaja Cakap Digital Gorontalo

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, program yang juga disebut Recak Digital itu, digagas oleh Dinas Kominfo

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemerintah Gorontalo memasukan materi anti terorisme dan radikalisme dalam program remaja cakap digital.

Materi itu dimasukan sebab kali ini, pemerintah ikut menggandeng Densus 88. 

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Gorontalo, program yang juga disebut Recak Digital itu, digagas oleh Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfotik).

Tujuannya membekali siswa dengan pengetahuan dan pemahaman terkait digita. 

Terlebih soal etika dalam menggunakan media sosial, lalu menjaga keamanan saat bermedia sosial, serta literasi soal akses data dan informasi.

“Ada 12 SMA yang menjadi pilot project tahun ini, ini sudah yang ketujuh.” kata Zakiya Baserewan kabid di dinas tersebut. 

Siang tadi, Senin (20/6/2022), program recak digelar di Aula SMA 1 Limboto.

Menurut Zakiya Baserewan, kali ini programnya berbeda karena ikut menggandeng Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88 Mabes Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Kanit Intelijen Satgaswil Gorontalo Densus 88, Saffan A menjelaskan, pencegahan dini terkait paham radikal dan terorisme sangat penting. 

Terlebih pencegahan di sekolah. Sebab, sejauh ini memang sekolah menjadi sasaran karena dinilai paling labil dan mudah disusupi paham paham negatif.

“Kaum milenial rentan sekali disusupi paham radikal karena mereka masih labil. Istilahnya masih mencoba menemukan jati diri. Jangan sampai justru terjebak pada pemahaman yang radikal dan aksi terorisme,” jelas Saffan.

Ia menjelaskan, radikalisme adalah ajaran, doktrin atau praktik paham yang berbahaya.

Beberapa karakter radikalisme terlihat dari sikap yang intoleran dan fanatik.

“Karakter lain yakni eksklusif, menjalani kehidupan sendiri dan menutup diri dari pemahaman yang lain,” imbuhnya.

Data Satgaswil Densus 88 menyebut, potensi radikalisme dan terorisme di Gorontalo semakin meningkat.

Tahun 2020 ada tujuh terduga teroris yang diamankan di wilayah Kabupaten Pohuwato. Tahun 2022, ada 11 orang terduga teroris yang turut diamankan petugas.

Pihaknya mengimbau kepada pelajar dan masyarakat umum untuk mewaspadai paham radikalisme dan terorisme.

Perkumpulan dan kajian agama yang menyimpang agar dapat dicermati dan dilaporkan kepada pihak berwajib. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved